Uncategorized

Mlg2k19

Jiwaku ingin pergi
Dalam kehilangan yang menyenangkan
Tak terucap
Tak terlacak

Pada pusat peradaban
Simpul budi adiluhur
Halaman belakang panggung sejarah
Halaman depan raja-raja

Jiwa ini ingin berlabuh
Pada jalan-jalan cabang
Belokan tak tentu,
Dan rehat tiap jarak

Jalinan puncak, pundak dewata
Mistis dan luwih
Jalan kuna dan purba
Patirtaan dan wanua

Aku ingin
Melangkah
Melangkah
Ke tempat hatiku selalu membuang sauhnya

Uncategorized

Tanya witana

Kulipat senja dengan pertanyaan sulit
Tentang narasi hidup tanpa rambu dan cabang
Tentang ‘tanpa’
Tentang ‘tanya kenapa’

Mengapa jua harus mengajukan tanya
Kalau hidup bisa dijalani saja?
Kerikil-kerikilnya
Duri dan pohonnya

Tapi selalu ada tanya
Karena apa?
Karena apa?

Karena ketakutan mu
Ketakutan ku

Sama

Uncategorized

Tentang

Rintik tak juga pergi
Suara malam, agaknya
Antara sepi dan turbulensi
Aroma petrichor yang hampa

Seperti malam yang lalu
Dari ratusan siklus
Hal-hal sama datang lagi
Setelah hilangnya

Soal rumit dari inti semesta
Pertanyaan dan cabang-cabang
Jalan keluar yang witana
Tanya. Harapan. Kenangan

Tapi mengapa, harus ku pikul semua?
Aku bukan bodhisattva
Yang mencari terang
Tapi mengapa, harus ku pikul semua?

Jalanmu panjang
Ini hanya kabut

Uncategorized

Bukan anak edgy

Rasa ku tak pernah punah
Dibagi tak berkurang
Aku lilin yang tak kan meleleh
Muara doa-doa mu

Akhir gelisah dan cemas mu
Aku lembaran pada buku mu
Yang menolak tertutup

Aku api yang menyala
Lagi dan lagi
Dalam semesta kemungkinan mu

Mungkin bukan pusat galaksi mu
Tapi aku penyeimbang yang sempurna

Uncategorized

Wajah-wajah kusut masai

Dari keadaan pagi yang berulang
Pada hitungan buatan
Para karbon sadar
Kutemukan

Ketakutan tak berdasar
Hasil olah pengulangan-pengulangan
Pengajaran millenia
Pengetahuan yang diturunkan;

Pada kolam pengertian
Pemahaman akan dunia
Rasa takut dan keinginan
Kental terinstall

Dalam relung karbon sadar
Tersetir ketakutan dasar
Atas pengulangan hitungan
Millenia, millenia

Pada sudut tak berarti di langit yang umum
Sisa debu penciptaan
Di bagian paling tak penting
Ketakutan menjalar, berakar

Akan kehilangan kawan
Tak terlunasinya hutang
Tuntutan sandang papan
Penghakiman ipar handai taulan

Akan besok mau makan apa
Untuk hari besar mau pakai apa
Pendidikan dicari dimana
Keamanan harga diri dan keluarga

Kita berbagi ketakutan yang sama
Yang turun bermillenia
Tercetak begitu saja
Terpikul tanpa diminta

Mungkin,
Mungkin saja

Itu alasan mengapa kita butuh keselamatan
Dari wajah kusut masai
Penghakiman

Uncategorized

Mari 4.0

Mari bergembira
Atas hati yang luka
Cicilan dan hutang hutang
Rentenir setan dari kerak neraka

Mari bersukacita
Atas kehilangan
Keluarga, bapak ibu
Tercecer tanpa jalan pulang

Mari bersabar
Akan harga-harga tak masuk akal
Mesin pemuas syahwat duniawi
Mesin penenun ego binary

Mari senda gurau
Diatas kesusahan sendiri
Atau lebih enak
Diatas kesusahan orang lain

Mari bersumpah serapah
Meneriaki aib sendiri
Atau lebih nikmat
Menikmati aib orang lain

Mari tuli bersama
Akan matinya perasaan
Hilangnya rasa empati
Dan tetangga yang menahan lapar

Dan mari tertawa bersama
Atas langgengnya semua noda pekat
Permasalahan manusia
Yang selalu kita tarik ulur pangkalnya

Tak jadi ada untuk selesai

Uncategorized

Di mana debu-debu bintang berpulang?

Bukankah kita hanya remah yang terkatung-katung dalam kehampaan?

Dan segala keluh kesah dan kesusahan adalah receh menurut semesta?

Bahkan juga cinta kita, tak bisa diukur

Saking tidak pentingnya bagi semesta

Di mana, dimana tepian surga?

Di mana Pilar – Pilar kosmis?

Di mana debu-debu bintang berpulang?

..

Derita jadi karbon berfikir

Dalam kehampaan dan keampasan