Uncategorized

Kata

kata menyeruak jadi ada
keadaanmu tetap begitu, kekal semulajadi
kasta mu tak lagi memantulkan pendar
melingkar, tak lagi mendayaguna

kata melanggar azalinya
mengganti keadaan tetap
jadi ada dan bernafas
kala kata menjelma sadis
jadi selasar dan rahim kosmik
jadi keadaan ada pada hilangnya

lalu aku merangkai kata
lalu hilang dicerna
raib tersasar rasa tak tentu
terlelap dalam relung
diantara surga, dewa dewi dan manusia

apa yang kuusahakan hilang dalam riak
gelombang kecil makna tak dalam
namun lagi datang lagi
tak habisnya sampai kata menjelma
jadi semulajadi dan igauan sengak burung beo
yang bermuka dua lagi muram

lalu kata menantang tempatnya
naik dari altar antroposentris
naik mikraj dan apotheosis
terus, terus tinggi
tinggi dalam hierarki langit
yang atasnya langit juga tanpa tiang
tanpa aku

tanpa keinginan untuk jadi ada
dan bernafas untuk tetap

Iklan
Uncategorized

Bagaimana jika setiap hari malam?

Terlalu mengada-ada sebenarnya, tapi bayangkan saja. Pada sebuah dimensi lain, di sudut jauh galaksi, atau pada alur sejarah alternatif bahkan pada alur waktu alternatif. Imajinasikan bahwa dunia selalu malam. Selalu malam dan hanya malam yang berbeda. Semua sama sesuai hukum dan kodratnya. Tumbuhan tetap hidup, orang-orang tetap bekerja, dan pak Supeni tetap ngutang makan di warung. Hanya satu hal yang berbeda yaitu keadaan selalu malam, selalu gelap. Bagaimanakah?

Jangan berandai-andai dengan pijakan sains atau apapun yang logis karena kita tengah berada di dunia imajinasi. Apa yang akan kalian lakukan? Apa yang akan saya lakukan?

  • Kontemplasi akan terasa membosankan. Hari gelap adalah kawan terbaik merenung. Merenung hidup atau merenung hutang. Karena malam terasa tak bertepi, kegiatan kebatinan ini akan terasa hambar.
  • Di sisi lain, karena kontemplasi menjadi rutinitas, saya akan menjadi begawan bijak mandraguna. Menjadi eyang atau Santo bahkan bhagwan. Saya berkesempatan membuka sekte, mungkin akan diberi nama “aliran kehidupan”. Fokusnya berada pada kesadaran kosmis dan cara agar tidak tertipu investasi bodong (dapat sertifikat).
  • Karena waktu tak menentu akibat jam alami siang dan malam hilang, jadwal kerja saya pasti kocar kacir.
  • Saya jadi ketagihan menonton bintang (seperti yang sudah-sudah). Saya bisa menonton bintang kapanpun
  • Omongan tentang bagaimana seharusnya kehidupan berjalan dan dijalankan semakin memanjang. Penuh argumen dan sidang jalanan. Teori muncul tiap hari dan diperbarui keesokannya lagi. Pada kondisi biasa, saat ngopi di angkringan menjadi majelis tinggi tentang bagaimana hidup semestinya disikapi.

Seperti saya katakan diatas, kalian boleh mereka-reka bagaimana jika setiap hari malam. Bebas, karena kalian adalah tuan dalam labirin kesadaran kalian sendiri, manifestasi dari semesta, cara semesta mengetahui dirinya sendiri!

Sampai pagi dan selamat mengarungi samudra luas atas ide-ide yang tak terijabah!

Uncategorized

Gus bingung

Gus, aku bingung sore ini
bakulku tak kunjung rame
saat sama bakul sempol cak po sedang ramai
apa harus aku pindah jadi bakul sempol?

Gus, aku bingung pagi tadi
bojoku ngambek perihal sayur
perihal baju sobek dan duit utangan
sedikit-sedikit ditinjunya pundakku

Gus, hidupku terlampau berat
duit listrik ngutang di los pasar
kadang mbeling nyuri listrik tetangga
tobatku nanti saja

Gus, kadang aku berfikir
apa usahaku kurang keras
atau aku terlalu malas
membuang waktu tanpa bernafas

Gus, kutakutkan akhirku
liang sempit, tubuh berat, warga yang takut
tapi, gus
hidupku lebih kutakutkan
karena bojo dan bisik tetangga

Uncategorized

Kamu

Kamu berhenti mencari pelangi karena telah menemukan hujan
Hujan menumbuhkan kehidupan seperti kamu menumbuhkan perasaan
Perasaan itu kadang hilang, kadang tetap disana
Kamu berharap hujan tetap turun, namun juga ingin segera usai

Kamu bergerak pelan pada jalanmu
Kamu lebih berhati-hati
Kamu ingin berlari tanpa was-was
Kamu tahu itu susah saja

Kamu firasatku akan marabahaya
Insting tuhan sebelum terjadi,prekognisi
Kamu wujud ego yang terbang liar
Yang ingin berada ditiap puncak alasan

Yamu suka ketidakpastian
Kamu juga benci jalan berkabut
Kamu tak segan menantang
Kamu juga sering cari aman

Ah, kamu begitu diabolis

Uncategorized

Ceracau galau

pada umur ini, malam ini disini
sedikit telah kupelajari
mengenai apa itu hidup dan kehidupan
bahasanya banyak, namun maknanya itu-itu saja

mengenai ingin jadi apa
orang selalu nyinyir saja
orang tua mu suruh ini itu
orang terdekat selalu nuntut
orang lain cuma bisa nyocot

ah pasti enak kalau bisa bersantai terus
makan tidur nimbun lemak
atau seperti kerjaan si bagong
yang saban hari jadi anjelo*

ah enak juga kalau pinter
banyak yang cari
banyak uangnya
awas banyak juga utangnya

mengenai cara mu hidup
orang lain sukanya dikte
orang terdekat cari kesalahan
orang tua terlalu kolot

tapi enak juga
kalau saban hari tak punya beban
makan asal cukup, perut asal tambun
malam nonton sampai semaput

lalu teringat kata
entah siapa yang bilang
“hidup adalah masalah”
“masalah seperi bata, tanpa itu rumah tak akan jadi”

*Antar jemput lonte

Uncategorized

Equinox

Seorang pertapa memandang serius, apa yang didepannya disebut dengan punden. Dilihatnya lama-lama sambil menghela nafas. Matanya berputar putar, berfikir. Pikirnya dia bisa linuwih malam ini, dengan merapal beberapa mantra kuno dan sajen kesukaan mbah petruk, yang diyakini bersemayam disini. Dia melihat dengan sayu, seakan putus doanya. Dipikirnya, “apakah sesuatu harus berulang?” dan titik balik apakah yang berada dibelakangnya? Pertapa bosan kalau harus merapal lagi mantra yang sama, punden tak juga keluar tuahnya. “Mungkin saja kamu buang waktu, atau jalan itu memutar tak disini”.

Dalam waktu beberapa lolongan anjing kampung, pertapa makin gelisah saja. Lama lama diseruput juga kopi yang disuguhkan untuk mbah petruk. Masa bodoh kalau sudah haus, perihal catut sajen jadi hal lumrah. Pertapa kembali merenung. apakah jalan ini benar adanya, dan berbalik dibenarkan untuk melangkah. Apakah celaku selalu disini, bersama ketiadaan untuk ada dan menjadi kelu dalam lidah disetiap ujarku?

Pertapa bosan, mengambil langkah berani: memutar arah. Melangkah mundur. Dia yakin kesalahan adalah mutlak diperbaiki. Waktunya terserah niskala. Punden ini hanya batuan yang dimaknai saja. Pertapa bangkit, meninggalkan sajen dan mantranya, memutar arah, berbalik mundur.

Merancang kekuatan dan menentukan langkah lagi.

Dia ingat saat itu titik balik matahari