Uncategorized

Namun, semesta..

Sarung kukibaskan
Pada udara tipis atap malam
Kureka reka lagi
Asumsi perjalanan ini

Untuk setiap pilihan yang ada
Yang kutetapkan untuk tak disesali
Adalah benar menurutku
Kulalui tanpa celaan

Untuk setiap duri dalam setiap jejak baru
Biarlah kumakan saja tanpa bumbu
Tanda kau tumbuh, kata orang-orang
Kuharap benar adanya

Untuk rencana yang aksi dengan pertimbangan
Dimana kutemukan tiap kesengajaan takdir?
Pada batas tipis akan keinginan percaya
Dan ramuan dari hasil kesadaran?

Berputar-putar begitu saja
Sambil kukibaskan sarung
Namun, semesta…
Apakah ini benar-benar jalan itu?

Uncategorized

Ide sempurna

Arah arah yang kelimpungan
Angin pada pohon, melambai, melambai
Sisa sisa kemanusiaan
Kejar-kejaran demi hidup

Jalinan ide yang seragam
Kamu, dia, mereka
Tukang bangunan, permak jeans, lonte
Politisi, tukang catut, pak ogah

Bahu membahu
Membuat keseimbangan
Memutar roda takdir
Berputar, berputar

Pendosa berfikir
Akan hutang hutang kemanusiaanya
Tukang bakso menghitung
Pentol pentol dalam dandangnya

Tukang cukur berdiam
Dibawah pohon rindangnya
Dan kamu, hasil segala hitungan biologi ku
Disana menunggu

Roda roda takdir berputar
Menuntut keseimbangan
Membuat keseimbangan
Dalam ide ide sempurna

Aku, kamu, mereka

Uncategorized

Jam sebelas dibelakang mimpi

Tik tok jam
Murung malam
Pudar pudar
Semua belukar

Dibelakang dipan
Raungan ayam jantan
Pikiran sahih
Waras, ku bayang masih

Telah jadi takut
Aku, tak berlutut
Apa itu garam, tanya mu
Malam hanya diam bisu

Kekal kekal
Tanya dan tanya
Kuulang ulang
Biar kau hafal

Jam sepuluh
Jam sebelas
Dua belas
Tak juga tidur

Tak butuh mimpi malam ini
Karena mimpi mu
Rusak saban hari
Terpecah

Jadi semesta lain yang takkan kau jangkau

Uncategorized

Mlg2k19

Jiwaku ingin pergi
Dalam kehilangan yang menyenangkan
Tak terucap
Tak terlacak

Pada pusat peradaban
Simpul budi adiluhur
Halaman belakang panggung sejarah
Halaman depan raja-raja

Jiwa ini ingin berlabuh
Pada jalan-jalan cabang
Belokan tak tentu,
Dan rehat tiap jarak

Jalinan puncak, pundak dewata
Mistis dan luwih
Jalan kuna dan purba
Patirtaan dan wanua

Aku ingin
Melangkah
Melangkah
Ke tempat hatiku selalu membuang sauhnya

Uncategorized

Tanya witana

Kulipat senja dengan pertanyaan sulit
Tentang narasi hidup tanpa rambu dan cabang
Tentang ‘tanpa’
Tentang ‘tanya kenapa’

Mengapa jua harus mengajukan tanya
Kalau hidup bisa dijalani saja?
Kerikil-kerikilnya
Duri dan pohonnya

Tapi selalu ada tanya
Karena apa?
Karena apa?

Karena ketakutan mu
Ketakutan ku

Sama

Uncategorized

Tentang

Rintik tak juga pergi
Suara malam, agaknya
Antara sepi dan turbulensi
Aroma petrichor yang hampa

Seperti malam yang lalu
Dari ratusan siklus
Hal-hal sama datang lagi
Setelah hilangnya

Soal rumit dari inti semesta
Pertanyaan dan cabang-cabang
Jalan keluar yang witana
Tanya. Harapan. Kenangan

Tapi mengapa, harus ku pikul semua?
Aku bukan bodhisattva
Yang mencari terang
Tapi mengapa, harus ku pikul semua?

Jalanmu panjang
Ini hanya kabut

Uncategorized

Bukan anak edgy

Rasa ku tak pernah punah
Dibagi tak berkurang
Aku lilin yang tak kan meleleh
Muara doa-doa mu

Akhir gelisah dan cemas mu
Aku lembaran pada buku mu
Yang menolak tertutup

Aku api yang menyala
Lagi dan lagi
Dalam semesta kemungkinan mu

Mungkin bukan pusat galaksi mu
Tapi aku penyeimbang yang sempurna