Uncategorized

Akhirnya gerimis turun

Lama juga aku menunggu
Banyak hal, seperti hari minggu
Antrian panjang, atau istri ku
Janji-janji pekerjaan yang tak terurus

Untuk sebuah alasan yang tak jelas,
Kulihat saja dia tertidur pulas
Disini, disampingku juga yang hampir lemas
Nafas-nafas kami beradu, jam sebelas

Lalu sejenak kuringankan badan
Pikiran lama akan kegelisahan
Datang, tanpa permisi melintang jalan
Hal-hal datang, pergi, tinggal, hilang

Dan berlalu begitu saja
Padahal kita bisa sama-sama kesana
Kan? Pastilah tak sukar adanya
Mimpi-mimpi yang terjalin lama

Ah pasti gembira kalau menyusuri jalan itu
Dengan pemandangan itu
Kota-kota jauh nan sendu
Pikiran yang terobati rindu

Untuk semesta yang menjadikannya mungkin,
Tapal batas yang terbawa angin
Harapan-harapan pada barisan ingin
Renjana yang kuharap tak kan dingin

Kutitip, kutitip kemauan! Kerenjanaan!
Kuambil! Pasti kuambil kembali
Hak kita akan waktu yang terbuang
Saat menunggu gerimis datang hati-hati

Malam itu tentu saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s