puisi

wahai kamu yang menyepi

mari bergabung dalam diam
yang emas; mari rapatkan bibir
hilangkan desir nafas, semesta memanas
dan bubarkan ingatan

mari merapal mantra dalam bisu
hilangkan ada; matikan nisbi waktu
terkam keramaian dan cabik senyumanmu
biarkan hilang dalam lupa atau senja

wahai kamu yang menyepi
untuk asa atau kontemplasi
datar atau riak, menuju hymne sunyi
dari pusat galaksi

wahai kamu; kepingan surga
yang membeku bisu dalam haru biru
pencapaian tak sampai
dan debu terbang dalam waktu

sepimu, sepi kita
dalam wajah batas tak kentara
mengada dalam agenda
dan tujuan yang ganjil

untuk kamu yang menepi
pada sunyi dan jahatnya malam
dan berhenti untuk suka lara
dalam placebo struktur yang anonik

jadi waktu yang hilang
atau sirna tak ada lagi
tak bisa kembali
atau kembali jadi kenang

wahai kamu yang menyepi
menepilah
menepilah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s