InterneT, LifE

problem kekinian: malpraktik resep online

2 tahun belakangan ini saya memulai bisnis sendiri di kontrakan. bisnis yang diseriusin, bukan yang sambi lalu saja seperti dulu-dulu. akhirul kalam, saya punya banyak waktu dirumah. karena pusat hidup saya hanya disitu-situ saja jadinya. untuk membunuh bosan, saya mencoba memasak. saya dan istri suka banyak hal, cemilan pasar atau street food. burger, kebab, pempek, mendoan, dll banyak sekali. sampai kami berfikir kenapa tidak dicoba saja dirumah? pasti bahan yang dibutuhkan leih murah daripada beli.

dan satu-satunya yang bisa diandalkan kalau seperti ini ya google! membuka resep masakan dan camilan. sepertinya sekarang banyak sekali situs resep makanan yang berkeliaran disana. dan dari sinilah kejadian bermula. eberaa waktu lalu saya ngotot pengen buat pempek sendiri. setelah googling, ada perbedaan. tepung beras yang lebih banyak atau tepung terigu? diayak sampai kalis atau seperlunya saja? hal ini sangat mengganggu karena situs resep yang jadi rujukan saya seringkali hanyalah situs konten pasaran yang digunakan untuk pasang iklan, konten nomor sekian. hasilnya berantakan. saya coba sekali lagi, salah lagi. kemarin bikin mendoan berdasarkan resep juga jadinya gorengan tempe. akhirnya saya beli tepung mendoan saja😀

hal yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah:

  1. jika ingin membuat resep suatu makanan, apapun itu, jangan cari satu resep tunggal. bukalah beberapa situs, 3-4 situs. jika bahan dan langkahnya konsisten, maka bisa dicoba. seringkali situs resep tidak peduli dengan hal ini (karena hanya mengejar view, judul bombastis, isi kulit semua). misalnya di satu situs tepung 100gr, disitus lain tepung 1 sdm, padahal takaran lain sama. repot? iya!
  2. banyak situs resep belakangan ini hanya sebuah lahan bisnis baru untuk mendulang rupiah dari adsense, dengan kata kunci yang beragam di sektor kuliner. namanyapun sangat beragam, resepharian, resepnasional, anekaresep, dll. sebenarnya kita sebagai end user menjadi terbantu dengan ini, namun juga perlu diperhatikan dari kualitas kontennya (bukan hanya sekedar konten lolos copyscape), karena pengunjung tidak hanya akan melihat dan membaca, namun juga mempraktikkannya.
  3. ada baiknya jika anda ingin membuat resep masakan dengan merujuk secara online, gunakan saja layanan video seperti youtube agar tidak meraba kata-kata di situs resep. menonton video bisa menjadi lebih mudah, karena kita bisa melihat langsung prosesnya. tapi tunggu dulu! sekarangpun video youtube telah berubah menjadi ladang baru untuk monetisasi. jadi ada video resep, yang ketika dibuka, isinya hanya slide gambar dan teks cara pembuatan (ada musik ala kadarnya). hindari menonton video seperti ini. karena selain membuang data, kurang manfaat juga. lebih baik tonton video cara pembuatan yang real.

jadi begitu. selamat mencoba, jangan sampai salah masuk situs ya!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s