Uncategorized

di mekkah

disini, di hotel
aku, bapak, ibu, dan abangku
tengah tertidur
bapak dan ibu beradu dengkur
tinggi, dan rendah
ah, kasihan… mereka sudah tua
tiap hari berjalan lima waktu ke rumah Mu
dari hotel ke tempat Mu, mungkin ada 1 kilometer

dan kaki mereka sudah renta
namun semangat mereka tetap ada
menyusul ke rumah Mu, Wahai muara segala sesuatu
tertambat hatinya, rela berlama lama
walau asam urat dan keseleo jadi kawan

tak apa
itulah harga yang harus dibayar seorang hamba
demi menjadi tamu Mu,
Wahai penghapus segala keluh kesah

dan abang juga mendengkur
lelah mencari oleh-oleh
juga beribadah, tentunya
dengkurnya keras, tanda lelah

aku pun disini, dengan takzim meminta
Wahai Yang memudahkan segala urusan,
urusanku banyak, maka mudahkanlah
dan utangku banyak, maka lunasilah
dan usahaku mangkrak, maka jalankanlah
dan pintaku banyak, maka penuhilah

tapi ada dua pinta saja yang utama, Wahai Sang pemegang hidup kami semua,
pertama, kasihanilah kedua orang tua hamba
kedua, bahagiakan hamba dunia dan akhirat

ya, malam ini di tanah yang Engkau sucikan dan makmurkan
aku berdoa, meminta
diantara dengkuran bapak, ibu dan abangku

Al Misfalah, Al Makkah Al Mukarronah, 1/1/15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s