Uncategorized

beban

siapa yang tega, sebenarnya
melihat banyak tetangga terdekat
masih makan nasi aking
makan sehari sekali
atau puasa sama sekali

tak ada yang kuat, sebenarnya
dengan tetangga yang suka gunjing;
tengkar dan fitnah
yang hobi pamer motor laki
walau makan pun tak pasti

beban jadi tambah berat
kalau berpikir diri sendiri
yang mau baju dan celana bagus
jaket dan sepatu
elektronik dan tunggangan

dan harus dibagi lagi dengan teriakan
akan perut lapar atau isakan iba
dari bapak sol sepatu depan gang
atau bapak reparasi payung,
di pertigaan

semua orang mau hidup enak
punya baju dan celana
rumah dan kendaraan
dapur dan kulkas dan perut
yang semuanya terisi

kalau sudah cukup
ditambah lagi dengan tas, dompet, jaket dan sepatu
atau hp keluaran terbaru
rekomendasi tabloid lima ribu

oh, jangan lupa
nabung juga perlu
untuk hari tua
bisa emas, tanah, atau investasi
beli sapi yang gemuk
yang mahal harganya

tapi
kalau terus berpikir seperti ini
kapan ngurusi tetangga yang masih makan nasi aking?
atau bantu bapak tukang sol dan reparasi payung?
kapan bantu bapak dan ibumu yang sudah tua?
yang tiap hari menunggu kabar anaknya
yang sudah besar dan kadang lupa

ah, beban memang diciptakan untuk dipikul, bukan untuk dilempar, bahkan ditulisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s