Uncategorized

dialog (chernobyl & dipta)

chernobyl : kulihat engkau luruh subuh tadi. ada apa?
dipta : tidak ada. hanya, aku merasa ada yang aneh
chernobyl : apa itu?
dipta : angin. tak lagi riang. aku tak bisa lagi terbang karenanya
chernobyl : bukankah kau masih punya kaki untuk berlari?
dipta : berlari tidak sama dengan terbang! kau harus mencobanya sesekali. maksudku, itu benar-benar hal hebat
chernobyl : kau beruntung karena aku tidak punya kaki.
dipta : tapi kau pandai merapal mantra, kawan! bukankah itu 100 kali lebih baik dari terbang atau berlari?
chernobyl : mantra hanyalah pelarianku dari keadaan konstan saat ini. tidak benar-benar bekerja.
dipta : benarkah? coba bacakan mantra agar angin datang!
chernobyl : angin tak sudi dipanggil dengan mantra. dia bekerja diluar buku mantra. tak pernah tunduk sebelumnya. mungkin selamanya
dipta : sayang sekali. tapi kau bisa merapal mantra buatku, agar bisa terbang?
chernobyl : bisa, tapi harus kutebus dengan nyawaku
dipta : aneh. mengapa harus begitu?
chernobyl : ini berlaku bagi semua keluarga kami. kami harus mati, agar yang lain -kau- dapat tetap hidup dengan anugerah dari mantraku.
dipta : akupun lebih senang berlari daripada kehilangan kau, chernobyl. tapi katakan, jika kau tidak mati, berarti kau tidak berguna?
chernobyl : jika aku tidak mati, aku bisa tetap menemanimu. yang mana, dalam almanak semesta, hal itu tetap dihitung berguna.
dipta : terlihat munafik tapi masuk akal. bagaimanapun juga kau lebih baik dariku. kau bisa selalu tersenyum dengan ketiadaan kakimu.
chernobyl : dan kau masih bisa tertawa walaupun tak lagi terbang.
dipta : beritahu aku mantra kebijaksanaan!
chernobyl : mantra kebijaksanaan adalah berkata dan melakukan
dipta : sulit untuk dirapal
chernobyl : kau meminta mantra tua dari dunia lama. coba yang lebih mudah
dipta : baiklah. berikan aku mantra kejujuran
chernobyl : mantra kejujuran adalah berkata dengan melihat
dipta : aku pun tak mengerti mantra ini. berikan aku mantra yang mudah untuk dirapal
chernobyl : kau harus berhenti meminta. tidak seperti itu caranya. tapi jika kau memaksa, dengarkanlah ini: mantra paling baik adalah tersenyum. mantra paling mudah adalah berdiam. mantra paling dalam adalah berfikir. mantra paling agung adalah menoleh.
dipta : aku tak mengerti mantra yang paling agung.
chernobyl : bahwa kau, secara langsung ataupun tidak, sadar atau pingsan, membutuhkan orang lain dalam perjalanan ini. mantra ini dengan hati-hati dipilih oleh mereka yang menemukan kebijaksanaan dalam diri orang lain disekitar mereka.
dipta : beritahu aku mantra ketakutan!
chernobyl : apa yang kau takutkan?
dipta : aku takut orang-orang. aku takut aku tak bisa merapal mantra agung hanya karena aku takut dengan mereka
chernobyl : mantra ketakutan adalah penerimaan. pengakuan. mengalah untuk memenangkan rasa takut.
dipta : jelaskan maksudnya
chernobyl : ketakutan adalah ketidaktahuan dari hal-hal. terimalah hal itu tanpa bertanya. kalahlah. kalahkah. hanya dengan itu ketakutan akan bersemai lagi dalam bentuk kawan.
dipta : tapi aku kadang takut
chernobyl : takut adalah simbol akhir dari transformasi penting tatanan jiwa
dipta : setelahnya?
chernobyl : setelahnya adalah jiwa yang kuat. penuh akan ikatan dan penerangan bestari.
dipta : aku tak ingin takut lagi. aku ingin jiwaku kuat.
chernobyl : jika demikian, berkata dan melakukan. rapalkan mantra kebijaksanaan ini: berkata dan melakukan
dipta : berkata dan melakukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s