cerpen

Epiphany

kadang aku berfikir mudah saja tentang waktu, “ialah serangkaian sekuensi yang menghitung berapa lama suatu hal dari sini sampai sana.” bukankah ukuran waktu itu relatif? jadi katakanlah makhluk yang ada nun jauh disana, berjarak 30 tahun cahaya atau setidaknya 11 parsec. apa yang ada pada mereka? bagaimana cara mereka menghitung keberadaannya?

itulah waktu menurutku, menghitung keberadaan. tapi naif sekali ya kalau waktu hanya melulu memuat tentang keberadaan. semua pasti setuju kalau ada sesuatu maha penting dari hitungan-hitungan waktu. aku menamakannya makna. kadang-kadang kusebut dia sebagai epiphany. self-truth. manifestation. mungkin seperti logos, dan boleh jadi mirip buddha. atau juga para Rasul. dan epiphany ku menampakkan terangnya tepat saat aku menelisik waktu, mencoba mencari makna yang ujung-ujungnya adalah aufklarung mengapa aku ada disini saat ini, bukan saat yang lain.


setengah jam yang lalu (dengan memakai waktu bumi) aku telah meninggalkan orbit bulan. harus kuakui mesin quantum mark III buatan Space X ini benar-benar cepat. aku ingat bahwa 3 tahun lalu perjalanan bumi-mars masih memakan waktu satu bulan. sekarang “hanya” memakan waktu 17 hari. mungkin jadi 18 hari kalau ditambah docking protocol yang menyebalkan itu. tapi menurutku waktu sebulan sejak quantum engine digunakan di angkasa lepas tidaklah buruk, mengingat proyek tua curiosity dari nasa memakan waktu 9 bulan, mirip ibu hamil. benar-benar mesin yang hebat, tapi belum cukup hebat karena masih jauh dari harapan nenek moyang untuk bisa masuk ke fase warp, mirip film-film fiksi ilmiah kesukaanku, entah berapa hukum fisika lagi yang harus dicurangi untuk dapat melakukannya.
satu-satunya ketakutanku mungkin adalah karavan meteor yang tidak dipetakan oleh tim navigasi didepan sana. efeknya jauh lebih berbahaya dari kawanan burung di atmosfir yang menabrak pesawat. karena tentu saja tidak ada apa-apa diselubung angkasa, kecepatan karavan meteor bisa secepat apa saja, tidak dihalangi oleh selubung atmosfer. aku mengecek panel layar disampingku. kulihat menu penerbangan dan posisi rute yang ditentukan. tampak bagus. pandanganku berganti pada sistem informasi pesawat ini. melihat spesifikasi pesawat dan standar keamanannya bisa menjadi hiburan tersendiri bagi mereka yang menuju Mars, walaupun ini bukan pertama kalinya aku ke Mars, sahabat tua Bumi.
aku agak lega ketika mendapati informasi bahwa pesawat ini telah dilengkapi shield generator, selubung elektromagnetik yang menjaga lambung pesawat dari gesekan benda-benda angkasa, tentu saja tidak didesain untuk gesekan benda berukuran besar dan masif, seperti planetoid. spesifikasi seperti itu aku pernah melihatnya sekali. sudah pasti itu menjadi mainan militer Bumi, EF atau Earth Fleet (Armada Bumi). aku pernah melihatnya di MoonBase, instalasi EF khusus proyek rahasia. mengapa aku memiliki clearance sampai disitu adalah cerita tersendiri.

Mars sudah 24 tahun dikolonisasi. atas nama peradaban manusia yang semakin maju, dan tentu saja populasi manusia yang semakin tinggi, semangat kolonisasi Mars mirip dengan cerita usang tentang dunia baru orang-orang kulit putih. kalau amerika pernah dikatakan sebagai ‘tanah yang dijanjikan’, atau juga ‘new jerusalem’, maka Mars adalah ‘tanah lain yang dijanjikan’ atau ‘jerusalam lainnya’. tapi jangan salah, kali ini bukan orang-orang kulit putih yang bersemanga kesana. populasi China yang melambung tinggi menjadikan Mars hampir mirip kota-kota besar didunia: tak lepas dari chinatown (pecinan). ya, banyak orang asia khususnya china yang rela meninggalkan ibu Bumi dan mencoba menetap di Mars. membuat pemukimannya sendiri, dome nya sendiri. tentu saja pemerintah China punya andil besar. mereka yang menguasai ekonomi hampir pasti menguasai semua, termasuk teknologi terraforming yang ajaib itu.
Mars punya tiga koloni utama, 5 koloni berkembang dan satu koloni operator. kami menyebutnya operator karena tugasnya memang seperti operator: mengendalikan koloni-koloni agar dapat tetap hidup. tiap koloni memiliki dome nya masing-masing. Mars memang tidak layak nafas, tapi bukan berarti tanahnya tidak bisa dihuni. manusia cukup membuat dome super besar, cukup untuk proses terraforming dan mengisinya dengan takaran pas sesuai paru-paru manusia, mirip-mirip udara Bumi.

barusan ada informasi kalau Babylon, pesawat yang aku tumpangi akan mengurangi kecepatannya untuk “pengkalibrasian sistem kecepatan mutakhir”. seketika panel layar tertera informasi kalau penumpang dipersilahkan ke tempat duduk, menggunakan sabuk pengaman. aneh, pikirku. mengapa ditengah-tengah perjalanan pesawat justru mengurangi kecepatannya? layar panel langsung freeze, tidak bisa dioperasikan. ada sesuatu yang aneh, pikirku. otakku mulai mengiphitung segala opsi mulai dari pembajakan pesawat, kerusakan teknis, sampai skenario advance module yang memungkinkan pesawat ini masuk fase quantum thruster, yang mana menurutku adalah skenario paling tidak mungkin. quantum thruster membutuhkan bahan bakar partikel yang banyak untuk ukurannya, dan tidak mungkin quantum engine mark III bisa mengakomodasinya, kecuali ada advance module seperti yang kukatakan…
tiba-tiba telingaku mengangkap suara disisi pesawat, seperti lambung titanium Babylon tengah berderik. ini bukan pertanda bagus. aku langsung menuju kursi dan memasang sabuk pengamnan. lambung babylon masih berderik, mirip suara body mobil yang penyok. tiba-tiba perutku mual sekali. seperti ususku ditonjok dari dalam oleh tangan tak nampak. aku muntah. sial sekali karena mengotori kabinku. mau tak mau aku melepas saukku walaupun berbahaya, karena bisa saja aku terhempas karena anomali ini. aku muntah lagi. mataku berair. sambil memegangi perutku aku melihat ternyata layar panel kembali aktif. mungkin saja tadi adalah proses kalibrasi, berarti perjalanan dilanjutkan lagi. tulisan dilayar panel seperti ini: memasuki orbit Mars dalam 2 menit 57 detik. tetap diposisi.

No Way! pikirku sambil tetap menahan perutku yang sesekali sakit. kalau benar ini adalah quantum engine mark III, seharusnya kami akan masuk orbit Mars 16 hari lagi. aku bingung. mau tak mau opsi advance module harus benar-benar kupertimbangkan…

—bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s