CMS (cerita masa silam)

dia.lo.gue

hai, apa kabar? masih ingatkah kau tentangku? jika tidak, rujuk bintang terakhir yang kita bicarakan, dan fokuskan pikiranmu dengannya. refleksiku ada disana. dengarkanlah…
how’s life? terakhir kali aku mengingatmu seperti aku mengenalmu pertama kali. lucu dan absurd. takut dan penasaran. hari itu aku ingat terus karena hari itu aku mengenalmu pertama kalinya, pertama kalinya dalam hidupku.
pushpop atau setumpuk cd wote, angsa serigala maupun endah n rhesa mungkin tidak akan bisa meredam rasa rindu. both of us know it. tapi masih lebih mending daripada harus menatap cermin dan mencoba meniru-niru percakapan terakhir kita.
kau memang nona misteri, dan aku tahu aku akan melelehkan semua lilinku untuk menerangimu, dengan caraku sendiri. kau ingat pasir putih sehalus merica dan langit biru tanpa pillar? rasanya aku mengingatnya tiap hari panas disini.
oh ya, aku memimpikanmu, memimpikanmu seperti kanker, sudah lima kali di dua bulan terakhir. ada sebab bahwa aku merindukanmu begitu dalam, sehingga mimpi itu datang. seringkali polanya sama. aku tengah berada disebuah perjalanan dan kau datang, datang sembari tersenyum. senyum yang kuingat sejak sepuluh tahun yang lalu.
aku bangun dengan keadaan rindu yang teramat sangat. dan bodoh sekali rasanya harus tetap diam, karena takut. karena kau nona misteri. im affraid that my candles is running out to light you up

mengapa harus diam?
karena ada dia dalam hidupku. tolong jangan marah dulu. aku terikat dengan sebuah janji sebelum takdir mempertemukan hati dan impian kecilku padamu. janji itu tak bisa kutawar, dan aku tidak ingin membicarakannya lebih jauh, oke?
siapapun boleh mengklaimku. tapi hatiku, impian dan semua resolusi tentang dunia fantasiku, kau tahu itu, bahwa telah kuberikan padamu. you can hate me, call me a liar. but it change nothing.
aku tahu bahwapun sejak aku memiliki janji dengannya, kau tetap kucari. mencari setiap celah, hanya untuk mendekatimu. hanya ingin kau tahu kalau aku ada, pernah ada, dan kuharap tetap ada. jika kau opera aku pastikan aku ada disetiap baris depan dari pertunjukan. jika kau hujan aku akan menggigil tiap hari untuk memujamu, bahkan hanyut kebanjiran olehmu. jika kau semesta bintang aku akan ada tiap malam, mendongak keatas mencari pancaranmu, dan jatuh tersenyum melihatmu.

now i hate myself. mengapa harus sekarang menceritakannya? aku tahu kau bagai bintang muda yang masih mentah, masih menunggu ribuan siklus untuk menjadi dewasa. and you remember the time i said to you that i will acompany you to your adultness? i mean that. aku menunggu dengan penasaran, saat bintang itu mencapai siklusnya yang sempurna dan memancarkan cahayanya yang digdaya. saat itu aku justru takut kalau aku tak ada untuk melihatnya, menahan nafasku sejenak melihatmu berpendar dan terang sampai horizon.

maybe sometimes, in near futures, or in far futures, ada cerita dan hati yang mirip. ada singular event jilid II yang membuatku bisa memandangi bintangmu yang berpendar cerah. jika tidak, aku tahu nun jauh disemesta paralel sana, diantara jutaan kemungkinan semesta yang mungkin, aku tengah bersamamu menikmati pasir, dan bercerita santai tentang apapun. atau disalah satu semesta, aku tengah mencuri-cium bibirmu sebelum mengantarmu pulang, atau juga disemesta lainnya aku beranjak tua denganmu.

dont hate me, just ignore me like i did, maybe i will come to you like a ghost, stalk you like a shadow…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s