puisi

sajak mereka yang pergi

sapi jadi kurus
kalau kalian pergi ndak ada yang ngangon
ladang rusak
tidak ada pacul yang menghujam tanah pagi dan saban hari
anak bini jadi kuatir
toples beras makin tipis, perut anak buncit; bukan kenyang tapi sakit gizi

pergi

kretek mereka laksana suluh-suluh derita tanpa kisah
wajah putus; seputus harapan yang dibawa dari desa
lelah letih; tangan kaki mereka
air mata kering; lupa rasanya menangis
lupa senyum istri dan tawa si upik

mengapa pergi?

tempatmu bukan disana tapi sisini
ditanah leluhurmu yang basah dengan keringatmu, keringat bapakmu, keringat bapaknya bapakmu dan keringat bapaknya bapaknya bapakmu
ditanah jasad lahir; tumbuh dari orok jadi jasad
tumbuh beralas tikar sampai beralas tanah
dari rumah bambu sampai rumah nisan
dari telanjang sampai kafan

mengapa pergi?

karena tak ada kerjaan
karena istri anak anak butuh makan
karena gengsi tetangga akan barang kurang guna
karena miselan berhasil di kota, jadi calo, uang banyak nikah lagi
karena, karena, karena…

otak kalian kurang dipakai
karena setiap rumah sederhana sudah kemasukan tv, yang kalian telan tanpa dikunyah
tv menjual mimpi, kalian makan tanpa disayur
jadi terlena, lupa kalau kalian sebenarnya sudah kaya
kaya kalian tanpa berusaha karena air bumi ternak dan tanaman, tumbuh berkembang autopilot

mengapa pergi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s