puisi

Larut

Mari kita satukan saja
Badai diteras hidup kita, dengan larutan asa yang tak diminum itu
Untuk jejak langkah nyata, tapi terbuang dibalik kebingungan-kebingungan
Dan fatamorgana, dibalik kubah kemakmuran yang tak terlalu kentara
Dan ringkihan disetiap malam-malam gersang yang kaku
Sekaku suara waktu asa bertemu dan larut
Dalam mimpi dan janji sang hyang kala
Dan cerita dingin dalam sepi dan nyanyi jangkrik
Mari kita larut saja
Dan biarkan semesta yang menentukan
Takdir larut atau tak lebur, tak menyatu
Seperti air dan minyak, atau asa dan buku-buku sore lalu
Untuk tragedi
Untuk air mata
Untuk pertigaan berkabut tanpa arah
Untuk kekurangan dalam membuat pilihan
Mari larut saja
Dalam angin dan dalam hujan pertama dibulan september

Ah, hujan, jangan dulu datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s