Uncategorized

Aku dan Dia

Aku menunggu saja disini. Sudah setengah jam. Yang terlama dari hidupku. Dan dia mungkin tidak kembali. Atau kembali, saat aku sudah pergi. Bagaimanapun juga, aku dan dia mungkin terikat dengan cara yang aneh. Dengan cerita-cerita tentang penantian dan kisah bintang. Aku dan dia terikat dengan cara aneh ketika hujan memutuskan untuk turun lagi.

Dan aku sudah pandai sekali menunggu, dan kadang jadi hipokrit. Aku mengerutkan muka. Merapikan tempat duduk. Musik dari penjaga perpustakaan tidak banyak membantu. Iramanya aneh, seaneh hari ini dimana aku terlihat bodoh, lagi dan lagi.

Tapi dia memang pantas untuk dinanti. Selalu begitu. Dinanti seperti pasar malam. Seperti sirkus keliling. Dan ingin rasanya berkata, “Menetap saja disini. Genggam tanganku. Semua akan baik-baik saja.” Tapi itu cuma mimpi siang bolong. Dan mengatakannya seperti pahlawan kesiangan saja, bodoh.

Aku coba mengingat-ingat saja… Dan berharap seperti lalu
Menunggu seperti biasa
Seperti dulu
Seperti dekade yang lalu

Namun dia tidak muncul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s