log

Profan

Philosophy is a lullaby
— Hegel

Bahkan Hegel si Bapak filsafat modern yang membidani lahirnya dialektika pun, mengakui dalam magnum opusnya, bahwa filsafat itu sebuah kebingungan. Tapi saya tidak akan membahas masalah filsafat, hegelian kanan ataupun hegelian kiri. Frankfurt atau utilitarian. Saya ingin berbicara yang diabolis. Tentang yang filosofis dan praksis, yang sakral dan yang profan, yang mengawang-awang dan membumi.

Dimana posisi manusia?

Mengapa harus ada titik cabang? Mengapa atom harus terbagi menjadi dua saat dihadapkan pada dua pilihan? Apakah waktu linier, atau paralel? Dan penjelasan selalu tak cukup. Terjebak disuatu waktu kosmis bisa membuat dirimu gila.

Mengapa harus hidup dalam cercaan dan pujian orang lain?

Lalu bagaimana sebenarnya hidup itu? Apa hikmah dari masalah? Apa gunanya kontemplasi?

Apa batas yg kasat mata antara sakral dan profan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s