LifE, log

Releasing the rainbow

Saya terlibat dalam pikiran yang rumit akhir-akhir ini. Mengapa kita selalu melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang? Mengapa tabiat manusia itu diabolikal? Mengapa harus ada tafsiran makna antara dewasa dan kekanakan, matang dan mentah, siap tidak siap? Mengapa harus ikuti semua kanon? Mengapa hidup untuk cercaan dan pujian orang lain?

Dan tiap hari saya selalu merelay pertanyaan yang sama. Entah dihamparan terbuka, didalam kamar, dikamar mandi, dimobil, dimotor, saat bersepeda, sampai dalam mimpi. Dan ditemani oleh cloud atlas sextet – yang menjadi semacam candu gelombang alpha untuk masuk ke tingkat kontemplasi lebih dalam, saya larut dalam enigma. Larut selarut-larutnya. Saya biarkan hidup saya dipermainkan oleh tangan takdir yang jumawa. Saya biarkan diombang-ambingkan. Jadi pahlawan sekaligus brengsek. Dari jutawan sampai fakir. Jadi hipokrit, dan disatu sisi jadi sang pencerah… Saya memang serigala bermuka banyak.

Ini seperti masuk kebabak baru drama kosmis. Saya tidak tau skenarionya. Ini lebih berat, melibatkan banyak hati, melibatkan sumberdaya yang tidak sedikit, dan dengan resiko dan konsekuensi besar. Kamu sedang ada ditengah2 penciptaan.

Dan saya takut kalau saya akan mengambil keputusan yang akan saya sesali. Melakukan kesalahan yang sama lagi dan lagi.

Harus didefinisi ulang. Saya kehilangan kontrol, dan saya takut harus melepas pelangi itu sekali lagi.

Saya akan pegang kendali sekali lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s