log

my project outline – cakranegara

ditulis sebagai progress log. selain itu, publikasi seperti ini akan meminimalisir tindakan plagiasi. finder keeper.

ini adalah (calon) skripsi saya. mashi alpha state, dalam bentuk proposal. masih akan terus diperbaiki dan ditambah, semoga bisa mengimpresi dosen-dosen sekalian, agar meluluskannya (amiin).

oke, here we go

judul : penyerangan Puri Cakranegara 1894. judulnya memang masih sangat rancu dan ambigu. saya masih bingung antara “penyerangan Puri Cakranegara 1894” atau “penyerangan Belanda ke Puri Cakranegara 1894”, atau lainnya

outline : diakhir abad ke 19, terjadi krisis di pulau lombok. Suku Sasak melalui perangkat supra-desa mereka memberontak terhadap kekuasaan Karangasem-Lombok di sebelah barat pulau. Desa-desa Sasak membentuk barisan. pemimpinnya adalah desa Praya. oleh karena itu, perang ini disebut juga “Perang Praya”.  Para pemimpin sasak pada 1891 memulai korespondensi dengan Batavia, agar dikirimi senjata dan mesiu. alasan perang, seperti yang tercatat di Babad Praya, adalah masalah pajak. masyarakat suku Sasak tidak kuat dengan beban pajak yang diberlakukan oleh Kerajaan Karangasem-Lombok. Perang mulai berkobar. perang dilancarkan melalui selatan, melewati puyung. pasukan Karangasem berencana merebut Praya, tapi tak berhasil.  perang mulai meluas dan berlarut-larut sampai 1894.

pada tahun itu, menjawab surat-surat dari elit supra-desa Sasak, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang baru yang berhaluan politik ekspansionis, memulai ekspedisi Lombok yang mashyur itu. dipimpin oleh Jenderal Vetter, dan beberapa perwiranya, mereka melepas sauh dari tanjung Priok, menuju Ampenan, pelabuhan dagang disebelah barat Pulau Lombok, yang letaknya tak jauh dari pemukiman suku Bali yang berpusat di Ampenan, Mataram, Pagutan, Pagesangan, dan Cakranegara. Pusat Kerajaan Karangasem-Lombok (kadang-kadang disebut kerajaan cakranegara, kerajaan Mataram, atau kerajaan Lombok-berdasarkan siapa yang menyebut) ada di Cakranegara, sebuah ibukota dengan benteng lumpur yang mengitarinya. Raja Lombok dan keluarganya tinggal di puri Cakranegara, sebuah stronghold.

klimaks dari krisis ini adalah diserangnya puri Cakranegara pada agustus 1894 oleh tentara Belanda, yang menandai berakhirnya kekuasaan Karangasem di Pulau Lombok, dan dimulainya pemerintahan kolonial yang efektif sejak itu, walaupun pemberontakan suku Sasak tidak benar-benar berhenti.

oke, skripsi saya khusus akan membahas tentang penyerangan ke puri Cakranegara, karena saya rasa belum ada karya ilmiah yang membahas hal itu. yang pernah saya dapati adalah Skripsi, Thesis, dan Disertasi Bapak I Gde Parimartha tentang keadaan Politik dan Ekonomi di Nusa Tenggara. Beliau memaparkan keadaan politik dan ekonomi di Nusa Tenggara (Lombok khususnya). Ekspedisi Lombok 1894 juga termasuk didalamnya, namun saya belum baca lebih lanjut.

bahan : sumber primer yang paling lengkap (so far) dalam masalah ini adalah tulisan Wouter Cool, seorang engineer Belanda yang juga ikut dalam ekspedisi itu. mencengangkan karena dia menulis semuanya – hampir sempurna. karya diterbitkan pada 1897 dengan judul : de Lombok Expeditie, hanya tiga tahun setelah peristiwa, menunjukkan kalau tulisan itu bisa digunakan sebagai sumber primer.

sumber lain adalah tulisan Alfons van der Kraan yang berjudul : Lombok :  Conquest, Colonization, and under development 1870-1900. selain itu jangan lupa masukkan tulisan Bapak  I Gde Partimartha : Politik dan Perdagangan di Nusa Tenggara 1815-1915.

selain itu kita perlu beberapa dokumen lama seperti surat-surat perjanjian antara Kerajaan Selaparang (Karangasem-Lombok – Belanda menyebutnya Selaparang) dengan Belanda, 1843. mungkin bisa membantu kita memahami kondisi waktu itu. selain itu saya tidak bisa menemukan surat asli korespondensi dari elit Sasak kepada Batavia, tapi saya menemukan salinannya di buku Alfons van der Kraan diatas.

dan untuk menunjang penulisan agar tidak berat sebelah, saya sertakan juga sumber-sumber lokal milik suku sasak seperti Babad Lombok, Babad Praya, Babad sakra, dan sebagainya. saya juga berencana mencari literatur dari pihak Karangasem (Bali). semoga dapat.

dan untuk selanjutnya, saya akan memulai mapping di beberapa tempat di Mataram. mulai dari Ampenan, Mataram, sampai Cakra. hell yeah, saya nggak bisa nulis kalau nggak tau konteks keruangannya.

and.. that was my project outline. hopefully i can finish it! amiiin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s