LifE, sekolah

seni merencanakan

saya pernah kepikiran tentang sesuatu… menurut hasil korek kepribadian di situs sebelah, ternyata saya seorang visionary. yap, kalau istilah mudahnya, pemimpi/berpikiran kedepan/perencana. apakah benar?

saya ingat lagi hal-hal yang membuat saya tersenyum ketika mengingatnya,

  1. ketika saya kerja menjadi guide tahun lalu. kerja guide bukan asal-asalan. karena ini seperti one man company. semua hal saya urus. sebenarnya bukan guide, lebih cocok seperti tour operator. hanya saja, saya merangkap semuanya. ya, semuanya! mulai dari manager, tour organizer, driver, client concierge, guide, sampai urusan konsumsi saya yang handle. bwah! banyak sekali yang harus dipersiapkan, direncanakan. saya ingat sekali berapa kali harus tambal sulam rundown tour, bolak balik kesana sini buat ngecek harga dan lain-lain. ditambah tekanan sana sini ternyata harga aktual sebuah service tidak sama seperti harga mental (hahaha). tapi disinilah enaknya. saya merencanakan semua, seorang diri. dan itu berhasil (at least tamu-tamu saya merasakan pengalaman serunya)
  2. ketika saya merencanakan kunjungan teman-teman kuliah ke jogja. satu hal yang perlu kalian tahu. teman-teman saya itu… susah banget diurusnya! mau pergi kemanapun kalau dibicarain (bakalab) ga jadi! sebel ga sih? mau pergi ke jatim park, WBL, dll selalu gagal. alasannya? pembicaraan terlalu alot, banyak faksi, mau enak sendiri, atau tiba-tiba membatalkan janji ketika hari H. jadi saya ambil inisiatif kala itu untuk merencanakan semuanya. pakai apa ke jogja, disana nginep dimana, di jogja mau kemana aja, berapa duit yang dihabiskan… saya ambil kendali karena beberapa hal : pertama, yang ikut hanya 6 orang (pada akhirnya hanya 4 orang), dan kedua, ocha juga ikut, jadi dia yang nyuruh saya buat rencanain. berhubung saya dikenal introved dan nggak banyak omong didepan teman-teman sehingga teman-teman (terutama yang cewek) jadi sungkan sama saya, jadilah saya menduduki tempat teratas untuk urusan kali ini. dan saya benar, saya suka merencanakan! dan melihat saya berhasil “menerbangkan” teman-teman saya itu ke jogja dengan budget minimal tapi hasil maksimal (menurut kata teman-teman saya), saya semakin percaya pada kekuatan tersembunyi saya: merencanakan!

nah, semester 6 ini saya didaulat lagi untuk merencanakan rencana KKL ilmu sejarah 09 ke jakarta. saya terima. ketua pelaksana, itu gelar saya. ini bukan main-main, dan saya sudah merencakannya sejak awal. pergi ke suatu tempat itu bukan perkara asal-asalan. bukan sekedar “nanti disana kita putuskan bagaimana”. jadi saya merancang semuanya. ke jakarta naik apa, disana nginep dimana, tempat-tempat yang mau dikunjungi apa, dll (masalah surat-menyurat maupun hubungan dengan tetek bengek birokrasi saya serahkan ke sekretaris). saya bahkan membuat peta online (google map) di jakarta tentang rencana destinasi KKL di jakarta. beserta jalur-jalurnya dan rencana harian.

well, itulah seni merencanakan. semoga semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita kerjakan

7 pemikiran pada “seni merencanakan

  1. pengalaman bagus, makasih udah di share, numpang nyerap info yaa+ numpang minta pencerahan —–> tahun ini saya juga dipercaya jadi kandidat ketua KKL. 3 option tempat tujuan : singapura/malaysia/jakarta.. ini masih awal perencanaan tapi saya masih sama sekali belum yakin bisa membawa teman2 dengan konsep “budget minimal tapi hasil maksimal”, tolong bantu menjabarkan agak detail perencanaan apa saja yang diperlukan sebelum,saat berlangsung hingga finish KKL. terimakasih ^_^

    1. terima kasih…. ^^ secara umum saya selalu membagi pos2 pengeluaran paling besar…..
      1. transportasi
      2. akomodasi
      3. makan

      pengalaman saya 3 pos itu yang paling penting. jadi kamu pertama2 harus mencari tahu (selengkap2nya) mengenai 3 hal itu. saya sendiri lebih mengedepankan pos 1 dan 2 (karena pos 3 bisa kita rekayasa). setelah semuanya terangkum jadi satu, buatlah rundown tour. ini paling penting juga. rundown tour memastikan bahwa tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. kamu bisa gunakan fasilitas google map untuk merancang rundown tour (misalnya dengan memberi tanda tempat2 yang ingin dikunjungi, dan membaginya dalam beberapa zona (misalnya hari pertama fokus ke tempat2 yang sejalur/searah). hari kedua dst…

      budget minimal hasil maksimal itu tergantung juga dari anggotanya. kalau anggotanya bisa menerima budget minimal dengan hasil yang “maksimal” (dikurangi akomodasi yang wajar tentu saja), saya kira tak masalah. tapi kalau anggota rela merogoh kantong lebih dalam untuk kenyamanan, kenapa tidak?

      salam ^^

  2. waow,.. langsung dibalas.
    Bravo!!
    Sekarang dah jadi tambah semangat,,karena cukup dapat gambaran. terimakasih pake bangeeeeeeeeeeeeeeet, smoga mendapat berkah yg setimpal+rejekinya ditambahkan karena sudah berbagi ilmu. ^_^

    1. semoga KKL nya terencana dengan sukses….semangat! soal rundown tour, jangan buat jadwal yang terlalu padat, karena pasti pelaksanaannya bisa berbeda dengan yang kita buat diatas kertas. yang penting semua tujuan penting sudah didapat. selamat merencanakan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s