puisi

untitled rhythm (schizophrenian reqiuem)

aku ingin mencerca hujan
membunuh waktu
mengiris nadi nebula
menertawakan wajah-wajah bodoh
yang berpikir sungsang

jika
batas-batas anasir waktu akan tafsiran makna
tujuh kali tujuh kali lebih nista
dan sporadisasi neuron dalam ekses-ekses
yang salah

adalah nadi baru dalam tengkulak tukang tidur

maka tak ada lagi yang bicara heroisme

kalau perilaku hormonal hanya sekedar tafsir atas sinetron bumbu pecel
dan biduan bodoh dengan masturbasi paling menyedihkan yang pernah ada
atau reality show dengan produser?

atau enigma

bodoh. bodoh sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s