puisi

Melankolia Langit

tudung semesta
dicat gelap untuk alasan yang tak dimengerti
berlapis-lapis surga
bertingkat-tingkat langit dengan takhta

ujung penantian adalah kakimu
lalu Ibu Bumi, lalu lautan, lalu hitam
lalu gelap
didalamnya kita bersemi

dalam kubah perlindungan dan tawaran
kebebasan tanpa batas
apologi langit akan bumi
apologi bumi akan hujan

dan manusia
sempurna tanpa cacat
sakral dan agung
lalu lupa

tapi masih ada cinta

langit menangis
sirius dan saiph, sama-sama murung
tak lebih indah dari rasalas
tak lebih anggun dari polaris

dan betelgeuse hilang
dikebiri awan
aku menutup mata, sejenak

dan menangis

aku menangis

Satu pemikiran pada “Melankolia Langit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s