LifE

apa yang mau dikerjakan?

saya sekarang sudah semester 5. dan sudah harus siap-siap untuk mengerjakan skripsi. tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang skripsi, saya ingin membahas tentang visi saya, yang tak kunjung ada definisi pastinya.

apa yang ingin saya kerjakan sebenarnya? ingin jadi orang seperti apa kah saya nantinya? saya mencoba menjawab itu semua melalui beberapa pandangan saya tentang hal ini.

  • banyak yang berpikir untuk menjadi spesialis pada satu bidang saja. ini karena teori (aduhmaafsayalupa) yang menyatakan bahwa spesialisasi adalah forma masa depan (kalo nggak salah ini teori ekonomi deh). menjadi spesialis berarti membuka kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang mereka sukai dan memastikan bahwa mereka mendapat upah yang sepadan. saya senang sekali melihat orang-orang yang melakukan hal yang mereka sukai. ada passion disana. orang yang memiliki keahlian tertentu dan terjuan dalam karir yang bersinggungan langsung dengan itu cendrung sukses. saya ingin seperti ini. tapi, dimana spesialisasi saya?
  • lain waktu saya ingin mencoba semua hal. logika terbaliknya adalah jika yang atas adalah spesialisasi, maka yang satu ini adalah “kerjakan semua yang kau bisa”. oke, mungkin saya bisa fotografi, desain grafis, marketing, menuilis, dan lain-lain namun skillnya pasti standar. ini seperti “mental chart” tentang diri dan keahlian kita dimana ada poin-poin seperti strengh, dexterity, defense (kok kayak game ya? hehe). dimana dalam hal ini poin2 diatas berjumlah sama. bedanya dengan yang pertama? yang pertama cenderung menonjol disatu titik saja.
  • banyak orang yang berkata kalau kita mengambil banyak hal untuk dikerjakan kita akan kehilangan banyak hal juga untuk dikerjakan. saya menolaknya. saya percaya otak kita belum dimaksimalkan. otak kita berkembang secara eksponensial. seharusnya kita bisa menhandle hal-hal seperti ini. walaupun memang banyak kenyataan yang berkata demikian. semakin banyak yang kita kerjakan, semakin banyak yang kita lepaslan. saya ingin membuktikan kalau ini salah. tentu saja, karena sejauh yang saya tahu ini tidak ada bukti ilmiahnya.
  • jadi kesimpulannya saya ingin mengerjakan banyak hal dan mempelajari banyak hal. namun ada satu poin dimana saya akan serius dan mengembangkan keahlian saya dibidang itu. ini semacam kombinasi dari 2 poin pertama diatas.
  • mungkin saya akan melakukan spesialisasi dalam bidang traveling (emang ada ya bidang traveling?). saya suka jalan-jalan. dan alhamdulillah semester kemarin saya sukses mencoba menjadi tour guide (dan hasilnya lumayan). dan menurut buku yang saya baca, apa yang pernah saya dapatkan, bisa saya dapatkan kembali.
  • tapi juga tidak tertutup kemungkinan saya melakukan sesuatu hal yang lain. ingat, bahwa spesialisasi itu adalah melakukan apa yang kita suka. spesialisasi menjadi menarik karena ada passion disana. jadi kita tidak perlu khawatir hasil kerja kita buruk karena kita sendiri punya hasrat untuk menjadikannya “bermakna”

sekian dari saya, ketemu lagi lain waktu.

 

2 pemikiran pada “apa yang mau dikerjakan?

  1. sy suka kalimat trakhir bahwa kita tidak usah khawatir dngn hasil yg buruk krna kita bisa membuat hal trsbut bermakna, itulah yg sy rasakan bahwa tdk peduli apa yg orng katakan kita tetap menikmati apayg kita perbuat.
    memang standar dibuat dengan acuan yg sudah tertata sebelum ny, tp apabila kita kita punya standar sendiri tidak ad salah ny kita menikmati apa yg sudah kita perbuat apapun hasilny..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s