puisi

terima kasih senja

awan permainkan rembulan yang dari tadi tak tampak
dan merah megamu, tersembunyi riang pada ujung-ujung kuku
bumi dan nafas-nafas dibaliknya
desahan angin dan tarian mistik dari pohon-pohon akasia
juga nafas-nafas yang terbaca dari kepakan burung
puisi hujan dan kucing tetangga
langit dan bintang kembar

senja waktu itu, sintesis ketiadaan dan keberadaan
kupingmu dilihat butir-butir salju dari belantara tropis
nafas salju dunia
terlalu sesak untuk mendebat penciptaan

nafas adalah dzikir
dzikir adalah nafas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s