LifE

mencari

oke, tema kali ini adalah pencarian. kalau dipikir-pikir, saya suka mengatakan kalau saya adalah makhluk filosofis. homo philosoficus. akhir-akhir ini kontemplasi berkutat pada masalah siapa diri saya. apakah agama gagal menjelaskan siapa saya? hmm, not really. saya masih teguh memegang ajaran agama saya. entahlah, semua terjadi begitu saja. oke, saya menerima gagasan kalau kita semua adalah cipataanNya. berhenti mendebat penciptaan. yang saya ingin ketahui lebih jelas adalah, dimana letak kita dalam penciptaan. dimana letak kita dalam drama Tuhan yang Maha luas. dimana tempat kita dalam drama kosmis alam semesta. kalau kita sudah setuju untuk tidak mendebat penciptaan, maka saya katakan makna “mencari” yang saya maksudkan disini adalah mencari tempat kita dalam alam semesta. istilahnya, mencari persepektif lain bagaimana cara kita memandang hidup.

saya baru membaca dunia sophie. belum selesai sih. ini memberikan jalan baru bagi saya. melihat saya sebagai sebuah kesatuan dari untaian maha panjang dari sejarah manusia. oke, jadi yang saya dapatkan sejauh ini adalah :

kalau disederhanakan, dunia ide kita saat ini (spiritualitas khususnya) adalah sebuah hasil konflik/asimilasi/kompromi dari kebudayaan indo-eropa dan semitik. kalau diingat-ingat lagi ada benarnya. akar semitik membawa kita pada agama2 “wahyu” (Islam, Kristen, Yahudi). akar indo-eropa membawa pesan-pesan darma dari Hinduism dan Buddhaism (termasuk didalamnya ajaran Tao dan aliran spiritualitas timur lainnya). lucu juga kalau ternyata istilah yang saya gunakan selama ini salah. barat dalam terminologi ini adalah semitik (3 agama besar), dan timur diwakili oleh hindu dan buddha. lucu karena selama ini saya menganggap barat adalah eropa dan kristen, sedangkan timur adalah islam dan asia. well, batas-batas ini berbeda. dari sini saya sadar ternyata sangat penting bagi kita untuk melihat latar belakang budaya, etnis, geografis, dsb dalam masalah “ide” seperti spiritualitas. dan lucu juga dengan pemahaman saya selama ini kalau agama “wahyu” (revealed religion) adalah 3 agama besar itu (dengan satu millah yang sama, millah Ibrahim), dan agama lainnya adalah “agama bumi”, atau “profanistic religion”. seakan-akan 3 agama dengan akar semitik itu posisinya diatas agama2 dengan akar indo-eropa. ternyata sejajar (semuanya kembali ke penyederhanaan antar 2 kebudayaan itu).

saya masih mencari. mungkin saja yang saya dapatkan ini salah. ingat, saya tidak hendak mencari siapa yang salah siapa yang bnar, atau siapa yang masuk neraka atau siapa masuk surga. cukuplah kita beramal sebaik-baiknya, nanti kita hitung masing-masing di hari pembalasan (saya punya influensi dari kebudayaan semitik, walaupun secara genetis saya jelas bukan dari kebudayaan itu, atau memang ada?)

yang jelas, ini menarik.

indo-eropa : politeisme, visual (melihat). karena itu agama2 di kebudayaan ini punya koneksi kuat dengan segala hal yang bersifat visual (patung2, pahatan)

semitik : monoteisme, pendengaran. agama2 di kebudayaan ini punya koneksi kuat dengan pendengaran (firman Tuhan diturunkan melalui pendengaran. adanya larangan untuk mevisualisasikan Tuhan)

kedua kebudayaan ini saling bertolak belakang.

yah, itu dulu.

3 pemikiran pada “mencari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s