puisi

tepi masa

pada batas semesta ketika diukir
dalam relung penantian dan si tua waktu
ringkihan sunyi nyanyian-nyanyian gelap supernova
dan cerita usang dari Rasalas
aku berdiri ditepi masa

di ujung alam semesta

menanti jawaban dari cermin waktu
memantulkan segaris harapan dari heliosphere yang gelap
menggenggam heliopause
batas hirarki langit yang tak utuh
tak bernyawa tapi berkehendak

lalu pertanyaan nista itu muncul,

siapa kita sebenarnya?
lancang
mengapa kita ada?
bodoh
mengapa kita harus ada?
keterlaluan

banyak yang terkenal karena mendebat penciptaan
bodoh, tapi aku tak ingin seperti itu
karena jauh-jauh hari aku tahu
garis surga ada dalam darahku
mengisi darahku dengan sel-sel langit tanpa tiang
menegakkan tulang punggungku dengan pohon naungan 1000 tahun
membuka mataku dengan bidadari yang dijaga

aku ditepi masa

pada batas antara kubah perlindungan
dan tawarakn kebebasan tanpa batas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s