LifE

waktu

Kebencian kita akan waktu nampaknya hanyalah sebuah eskapisme dari ketidakmampuan kita untuk berbenah. Aku yakin itu. Kita terlalu sering menyalahkan waktu untuk semua rentetan peristiwa dalam hidup kita. Padahal waktu hanya menjalankan tugasnya: membaca buku takdir bagi seluruh manusia. Jadi aku akan mulai untuk berhenti mencerca waktu. Berhenti untuk membencinya, dan berhenti untuk (mencoba) membunuhnya. Sama sekali tidak berguna. Satu-satunya hal yang salah adalah diri kita. Ketidakmampuan kita untuk menerima garis takdir yang telah ditetapkan Surga, ketertipuan kita akan nasib baik yang tidak selamanya ada dalam ucapan waktu, dan keengganan kita untuk beranjak dari ucapan waktu yang satu ke yang lainnya. Kini aku melihat waktu sebagai seorang pendongeng tua yang sibuk membacakan buku takdir bagi manusia. Tak ada cela untuknya; cela bagi pencela waktu.

Baiklah, selama ini aku salah. Waktu, aku minta maaf untukmu.

2 pemikiran pada “waktu

  1. Hadewh…. iya, ya.. terkadang (sering malah) kita menyalahkan waktu, padahal kitalah yang salah krn g bisa ngatur waktu dg baik.
    kita terlalu banyak mencari pembenaran atas sesuatu yang seharusnya kita tahu kalo itu salah.

    “Waktu, aku -juga- minta maaf untukmu….”

  2. Hadewh…. iya, ya.. terkadang (sering malah) kita menyalahkan waktu, padahal kitalah yang salah krn g bisa ngatur waktu dg baik.kita terlalu banyak mencari pembenaran atas sesuatu yang seharusnya kita tahu kalo itu salah.
    +1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s