LifE, puisi

hilang

waktu memulai pengusungan yang sama akan semesta
mengawali setiap denyut yang hampa
berjalan tanpa aturan. meledak-ledak, terpecah sekehendak hatinya
aku ingin kembali dalam waktu
aku tak ingin hilang dalam waktu

tapi aku disini mengawali pancaroba fana dan immortal
mengulang denyut yang sama ketika semesta dilahirkan
merelay setiap guncangan peradaban kedalam kuadran-kuadran
tertunduk lesu untuk setiap pembangkangan

apa gunanya kontemplasi?
apa gunanya diam?
apa gunanya selebrasi material?
apa juga gunanya mengingat hal yang hilang?!

hilang dalam waktu yang terpencar, aku
dihinakan tanah dan angkasa
linglung, kikuk. untuk setiap langkah salah tanpa revisi
dilupakan

aku
aku
aku!

ingin hilang
dibiaskan cahaya
ditelan anti materi
menjadi debu yang diterbangkan
menjadi udara
satu
ke tempat harapan beristirahat

ibu, aku lelah
tapi lelaki tak pernah membagi deritanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s