puisi

memahami waktu

waktu berjalan sendiri
tanpa teman yang pasti
tak pernah menunggu karena itu tak pernah berhenti

bicaranya cepat
secepat terkaman burung elang di padang gersang

namun waktu terkadang bersedia untuk menunggu
bagi mereka yang dikutuk untuk menunggu juga

waktu menjadi teman, seperti kesendirian
berbicara tanpa suara, tanpa bunyi
nafasnya sekering angin bulan juli
sepanas matahari agustus

tapi waktu kadang juga terhenti
mengalah seperti hujan di bulan september
menunggu sambil berbaik hati menghentikan langkahnya
pada fragmen-fragmen sakral kosmis
seperti elegi pada sehabis hujan
di bulan desember

waktu ingin kau mengerti
dia berbaik hati ketika kau mengerti
pinta nya hanya satu
agar kau mendapat makna dari perjalannya

tapi aku tak mendapat makna

aku

kehilangan makna

disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s