puisi

bisu

saya bisu
kamu bisu
motor saya juga bisu
HP saya ikutan bisu
cuma kucing tetangga sebelah yang mengeong

sering saya berpikir
ini cuma ocehan tanpa resolusi
karena saya ataupun kamu, sama-sama tak peduli
ah, tidak juga
saya peduli, kok
tapi saya pemalu

kita sebisu Alam Semesta sebelum ledakan besar
sebisu kelas Sejarah Eropa
sebisu jam besar di perempatan jalan, yang sudah mati

apa kamu sadar, atau pura-pura tidak sadar?
saya sudah terbiasa nunggu lama
atau mungkin saya sudah tak normal
karena dari tadi saya berkisah dengan cermin

faktanya kamu tak lagi ada
dan saya terus berbicara dalam bisu
terus seperti itu
sepanjang tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s