LifE

september’s note

Agustus berlalu. ada banyak kisah. ada banyak kecerobohan. ada banyak harapan. ada janji yang terpaksa ditelan. ada impian yang tertunda. ada hal yang disimpan untuk kedepan.

belum apa-apa sudah september lagi. ya, bulan september datang lagi. dan aku tetap seperti ini. lelaki bulan september.

ada hal-hal yang perlu aku selesaikan dibulan ini. ada juga hal-hal yang akan aku tutupi. bagaimanapun juga, tetaplah melihat ke bawah.

september dimulai dengan banyak harapan, senyuman, pertaruhan-pertaruhan, sedikit ketakutan, bahkan rasa sakit. apakah september ini akan sama seperti tahun-tahun belakang? datar tanpa riak. ah, rasanya aku tak perlu berharap banyak. alam semesta telah rapi menulisnya, jauh sebelum aku mengenal jemari tanganku sendiri. jadi untuk apa kita terlalu takut, kalau toh, akhirnya akan bisa ditebak sebelum waktu mengumumkan peristiwa.

apakah kita akan begitu saja menerimanya? tergantung. tergantung dari bukit mana kita melihat lembah. dari sudut mana matahari berpendar. dari arah mana angin mempermainkan rambut ikal.

semua bergantung dari mana kau melihatnya, teman. aku disini melihat kabut. tipis namun tak terlalu tipis untuk melihat lembah. aku bisa merasakan cahaya matahari, walau tak tentu juga ku tahu darimana arahnya. anginpun sejenak memainkan rambutku. tapi dia diam saja. tak ada berita hari ini. tak ada cerita dari bintang-gemintang. tak ada puisi-puisi kosmis dari Sang Pemburu. tak ada salakan dari Si Anjing. dan aku tak melihat Altair menukik di horizon. bahkan Si Tujuh Bersaudara enggan untuk meracau. di titik ini, tepat disini, Alam Semesta menahan nafasnya beberapa saat. dan aku bisa merasakan detak jantung ku sendiri, seperti ia berada tepat disamping daun telinga ku.

itulah momen kosmis. ada hal-hal yang terlalu remeh untuk diingat, namun akan sangat menyenangkan jika kau mau bersusah-susah melihat detilnya. begitu juga, ada hal-hal yang terlihat sangat agung. tapi ketika kau merubah sudut mu, mungkin dari jongkok ke berdiri, jelas sudah. masih ada hal lain yang lebih agung.

aku belajar satu hal. ada perasaan mengganjal ketika aku mengingat sebuah kenangan. sesak seperti dicekik oleh tangan kasat mata. dibekap oleh pikiranku sendiri, sehingga udara tak perlu susah-susah mengisi paru-paru. itulah sebuah penderitaan. sikap menahan sesuatu yang sebenarnya mudah saja menanggapinya, lupakan atau ingat lagi. penderitaan kadang terjadi ketika orang tak bisa melepaskan kenangan. dan aku mencoba melepasnya dengan mengingatnya.

selebihnya biarkan Alam Semesta yang mengatur. bukankah dia mengetahui diriku jauh sebelum aku mengenali jemariku sendiri? pastilah dia telah menuliskannya dengan rapi, disimpannya kedalam tembolok bebintangan, disebarkannya ke penjuru semesta. ke sudut-sudut gelap kehampaan kosmis. ke jantung-jantung bintang di Alpha Centauri. Bahkan menceritakannya dengan indah ke Bintang Katai Putih.

itu semua untukku. terima kasih untuk pengajarannya. ajari aku membaca bintang. agar jika kau pergi, aku dan bebintangan dapat mencarimu.

bintang selalu memberitahu. begitulah dia mengajariku. sejak aku hanya mengetahui “si layang-layang”, sampai akhirnya Orion sang pemburu terbit dengan para buruannya.

masih banyak hal yang perlu aku selesaikan. bagaimanapun juga, aku ingin pikiranku menguap. bercampur dengan udara. kuhirup dia dalam-dalam, kuat-kuat. mengisi tubuhku dengan pikiranku sendiri. atau biarkan dia menguap lalu berubah menjadi bulir-bulir embun. mengisi pagi dengan serangkaian harapan. aku kumpulkan, lalu kuminum.

aku bukan seorang peramal. aku tak tahu apa yang dipersiapkan Bintang di waktu mendatang. tapi dari kabut tipis itu aku melihat, ada kampung yang akan kutuju.

yang namnya tersimpan diantara bintang-gemintang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s