puisi

paradoks

kita sama-sama tahu
dan kita berbicara dalam bisu
memecah udara dengan berpura-pura tidak tahu
membekukan angin dengan rasa sangsi
menutup asa dengan berpaling

karena itu aku bertahan
karena itu

tak perlu tanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s