LifE, Original bRAIN

bintang bercerita

Sudah sepuluh malam.
Setidaknya, dalam pikirannya.
Ada sesuatu yang dirisaukan. Walau bintang terus-menerus menemani. Dan ada yang terjaga malam ini. Menunggu bintang menceritakan lagi, kisahnya.
Pemuda sok tahu mengambil tempatnya dalam drama. Duduk termenung dihamparan padang rumput, bernyanyi dengan bumi saat malam ramah menyapa. Lalu bintang, tepat pada tempatnya yang sudah-sudah, mengambil beberapa tarikan nafas pelan. Seperti mendengar dari bukit.
Pemuda sok tahu menarik nafas. Dalam sekali hembusannya dia berkata cepat. Bergumam. Hingga waktu tak sempat mencatatnya. Diceritakan kisahnya. Seperti air didalam pasir. Hanya ada dua pilihan, menghilang atau menguap. “Gundah, gelisah, sedih, canda, tawa. Apalagi yang kupunya?” pikirnya.

“Apakah yang diseberang mendengar kita, bintang?” tanya pemuda sok tahu.
“temanku, angin. Dia mendengar kita sejak tadi, teman. Pastilah dia sekarang sedang berlari keseberang” Sang Bintang berujar.
Pemuda sok tahu diam membisu. Sementara angin bertiup di daun telinganya. Angin menyimpan semua percakapan kita, batinnya.

“mengapa manusia menangis, gelisah, dan sengsara pada saat bersamaan?” Tanya pemuda sok tahu.
“mereka belum pernah melihat hidup dari tempatku sekarang. Jika kau pernah, sekali saja, maka tanyamu tadi akan menguap. Tanpa jejak” Sang Bintang berucap datar.
“bintang, beritahu aku. Apakah angin berlari sesuka hatinya? Apakah hujan turun begitu saja?”
“ada alasan untuk setiap peristiwa”

Dan bintang selalu begitu jika ditanya. Seperti yang sudah-sudah. Selalu begitu.

“aku tahu gelisahmu. Tarikan nafasmu memberitahu sejak tadi. Suara yang kau keluarkan berbisik pelan padaku. Kau sedang gelisah” dengan sekali kata, Sang Bintang menebak isi hati pemuda sok tahu. Dan memang begitu adanya.
“lalu apa yang harus kulakukan?” tanya pemuda sok tahu
Bintang terdiam sejenak
“pada saat ini, saat-saat kau gelisah. Ada sesuatu diseberang sana yang serupa denganmu. Sulit dipercaya tapi benar adanya. Kau hanya perlu melihat dengan hatimu. Maka teman, kau tidak dan tak mungkin sendiri.”

Pemuda sok tahu merebahkan dirinya kebumi. Rerumputan hijau yang menari diterpa angin yang berlarian. Dan suara-suara merdu dari binatang malam. Pemuda sok tahu menutup matanya sejenak, mengingat semua yang berlalu.

“aku punya teman yang mungkin bisa membantumu” kata Sang Bintang
“dia tidak memberitahu, karena kau akan menyadarinya sendiri” Sang Bintang menambahkan.

“Siapa dia?”
“waktu”

Pemuda sok tahu menutup malamnya. Paginya dia terbangun seakan-akan tak terjadi apa-apa tadi malam.

~fin

4 pemikiran pada “bintang bercerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s