puisi

baik kuceritakan, teman

kutulis, walau tidak semua
pada malam yang risih
kupalingkan wajah dari bintang
karena aku tidak hendak melihatmu
bercerita, teman

tentu, benci bukanlah sebab
karena hanya masalah waktu
kau tetap drama terbaikku
dan kunanti saat semua ini hilang
parodi, kutertawakan

nah, sekarang dengarkan, teman
pikiran buruk adalah musuh
kutekankan, musuh
merusak, menghembuskan hawa kematian
turuti bayangan, musnahlah kau

ah, baiknya juga kuceritakan
berpikir dalam sebagai watakku
sulit diterangkan, tapi pahamilah!
mengapa, mengapa
angin bertiup bukan tanpa alasan, teman

saat kau tahu kau akan mengerti
karena dunia memberitahumu
angin menyampaikannya ketelingamu
dan kakimu merasakan dekapan bumi
bahkan tanganmu, yang kaugunakan

siapa dirimu?
nah, gali lebih dalam lagi!
karena jiwa dunia memberitahu
pelan, hanya hatimu yang mendengar
mendesis, bernafas ringan
temukan dia dalam hembusan lembut angin
pada pegunungan karang

teman, kita tidak sama lagi
sejak kuberitahu hal itu, kita berubah
maka dengarkan dunia, menuntunmu
dan mari berjalan beriringan
karena gelap tidak memberitahu
dan pikiran buruk menjelma
menjadi bayangan

saat itu pegang tanganku
aku bukan penuntun
tapi cukuplah, jika kau percaya
aku akan membawamu
ketempat yang seharusnya dituju

tak banyak yang kuketahui
tapi aku menyebutnya rumah
kampung

~fin

2 pemikiran pada “baik kuceritakan, teman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s