puisi

angin, bintang, dan malam

sudah lama sejak saat itu
aku masih bisa menghirupmu
aroma hujan yang membasahi kakiku
dan angin yang membelai halus
rambutku

kapan aku mulai berdiri lagi
dihamparan rumput nan luas
atau di ujung batu karang
memandang samudra yang terus tak peduli
atau memuja langit
menunggunya menceritakan kisahnya
malam ini

ah, tidak sekarang
karena angin tetap tidak peduli
malam terus membisu
dan bintang urung bercerita
aku bersama teman terbaikku
kesendirian

jika kau tanya apakah malam itu terang
aku berkata iya
hatimu yang menunjukan jalan
kemudian kau bertanya tentang angin
kukatakan bahwa dia terlalu sibuk untuk ditanyakan
lalu, bintang
kawan, bintang itu telah menemaniku selama ini
tapi aku tak tahu
dia tetap misterius

ucapkan terima kasih pada bumi
masih mau menanggungku di punggungmu
pada malam
menutupi dan menerangiku dalam kesunyian
pada hujan
yang mengingatkanku betapa kecilnya aku
pada angin
yang padamu aku menitipkan gundahku
pada bintang
drama terbaik alam semesta

sampai disini
aku tahu bahwa aku benar-benar tidak sendiri

6 pemikiran pada “angin, bintang, dan malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s