LifE

Kejar-kejaran dengan satpam matos (malang town square)

Ahad, 25 Oktober 2009. aku dan ketiga teman play_on ku (mas dani, ariph, dan aldian) sedang jalan-jalan ke matos. Ceritanya, sebelumnya kami ada acara didepan matos (sasana krida). Play_On Parkour jadi sponsor acara lomba karikatur pendidikan dan lomba tari kreasi…

Lokasi kejadian : MATOS (Malang Town Square) Parkiran mobil dibelakang sebelah timur
Rentang waktu : dari jam setengah 2 sampai jam 4

kronologi

  • Sekitar jam setengah 2. Kami berempat main ke matos karena mas richi (Play_On) ada event cosplay di matos. Lumayan cuci mata

  • Jam 2an. Bosan muter-muter matos, tapi nggak ketemu mas richi. Kami memutuskan ke parkir atas untuk main-main

  • Masih jam 2an. Ariph punya ide lompat dari parkiran timur di lantai 2 ke tembok sebelahnya. Terus langsung ke perumahan disampingnya

  • Kami langsung lompat dari parkiran lantai 3 ke lantai 2. beberapa orang kaget. Beberapa satpam mulai curiga.

  • Dilantai 2 ariph langsung lompat ke tembok didekatnya. Aku dan mas Dani urung melakukannya. Satpam mulai mendekati kami.

  • Satpam mendekat. Aku bilang ke teman-teman untuk berkumpul di tangga depan. Kami akan “fly” (melarikan diri).

  • Aku dan aldian langsung berlari ke depan. Kami masih dilantai 2. ariph dan mas dani langsung drop. Ariph drop dari tembok, mas dani drop dari lantai 2. begitu landing, seorang (kepala) satpam kebetulan sedang memakai sepatu. Dia kaget. Langsung meneriaki maling!. Mereka dikejar 2 orang satpam. Aku dan aldian juga. Mereka memanggil-manggil kami, tapi ku acuhkan. Ini naluri bung!, pikirku.

  • Kami berlari terus! (my status : fit, 20% tired, 70% spirit, 10% affraid). Sampai depan langsung nyebrang jalan. Sebenarnya staminaku masih banyak. Tapi apa daya, mobil begitu banyak. Akhirnya kami menyerah (sebenarnya aku menolak menggunakan istilah ini. Ini istilahnya aldian). Kami dibawa ke pos satpam matos…

  • Jam setengah 3 lewat 10. kami diinterogasi. Mas dani dan ariph sudah menyerahkan diri duluan (aku benci kosakata ini). Dimintai keterangan dan identitas. Dikira ninja (atau maling) sama kepala satpam tadi (aku baru tahu dia kepala setelah diinterogasi). Untungnya mas atam (senior) kebetulan sedang ada event di matos, jadi dia menbantu menjelaskan bahwa kami hanya main-main, dan kami tidak membawa nama play-on.

  • Jam setengah 4. interogasi selesai setelah kami menulis surat pernyataan dan menandatanganinya. Juga setelah bapaknya ariph datang (naas, bapaknya kerja di kodim soalnya).

    surat pernyataan...sayang buram gambarnya, padahal isinya lucu...
    surat pernyataan...sayang buram gambarnya, padahal isinya lucu...
  • Sampai jam 4. merenung sambil berbincang-bincang. Memang kami yang salah, karena dipanggil malah lari. Kami sepakat tidak menggunakan nama play_on.

Nilai moral yang bisa diambil

  • kalau mau latihan parkour, minta ijin dulu sama manajemen matos (kata pak satpam, manajemen mungkin mengijinkan)

  • speed dan stamina ternyata didapat ketika kita benar-benar terdesak. Tak sedikitpun aku merasa lelah. Yang ada hanya step forward!

  • Jika tampang anda mencurigakan (misalnya, tampang kriminal), jangan melakukan tindakan mencurigakan di matos

  • Gunakan sepatu yang bagus saat ingin melakukan drop atau gap. Selain agar tidak sakit dan cedera, ini memungkinkan kita berkilah kepada satpam ketiga dituduh maling (contohnya : liat aja pak! Sepatu saya reebok khusus running lho! Masak dikirak maling?!)

  • Jangan menggunakan seragam atau almamater komunitas parkour anda ketika latihan sendiri, atau mencari spot baru tanpa ijin terlebih dahulu. Ini agar komunitas anda tidak kena getahnya.

  • Jangan sok nge-flip ketika memakai kaos komunitas parkour. (ya iya lah)

  • Berhenti/menurut saja ketika dipanggil satpam ketika melihat anda beraksi di kawasan umum atau mall. Kemudian jelaskan tujuan anda. Tapi saya pribadi lebih suka “fly”😀

5 pemikiran pada “Kejar-kejaran dengan satpam matos (malang town square)

  1. Ada oknum pimpinan Matos Malang anak group Lippo Karawaci Jakarta yang berinisial E bagian tender interior Matos sering menghabiskan uang gajinya dan menghabiskan fee amplop dari calon penyewa atau pembeli Stand Matos sering membujuk mahasiswi-mahasiswi luar kota Malang yang dihamilinya untuk menggugurkan kandungan,termasuk teman saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s