LifE

ngeblog lagi

Saat ku menulis ini pikiranku melayang jauh, jauh sekali kawan. Sebulan lebih (kalau mau dikatakan berbulan-bulan) aku mungkin sedikit vakum dari dunia blogging. Ada beberapa hal remeh nan sepele yang menimpaku.

Pertama, aku merantau ke Malang. Rupanya nasib membawaku disini. Ke sebuah universitas yang lumayan kondang (kalau tidak ingin disebut prestige) di kota ini. Jadi ibarat sebuah laptop usang yang chargernya hilang dan beli charger baru (persis seperti yang kugunakan), aku me-reset kehidupanku. Merombak total berbagai definisi yang selama ini kukenal dan kupakai. Bersusah payah beradaptasi (hal yang kadang menyebalkan bagi orang sepertiku) dan merasakan apa yang mungkin dirasakan bang ikal ketika di Eropa: menjadi minoritas. Beberapa orang langsung tertawa ketika melihat note ini. Peduli setan. Aku, Blasteran melayu + sasak ini, terdampar dikerumunan orang-orang dengan local genius mereka yang mengagumkan. Suku jawa.

Kedua, masalah teknis. Bulan pertama dimalang aku belum ada laptop. Dan itu adalah penghalang utama ku untuk posting. Asal tahu saja, aku belum tentu bisa nge-post di warnet. Warnet disini kecepatannya mengagumkan… tapi tetap saja tidak bisa. Laptop bagiku adalah setengah blogging. Jadi ketika selesai libur lebaran kemarin, akhirnya laptop usang yang kawakan punya bapakku kuboyong ke malang. Banyak hal menanti. Beberapa terlihat mengasyikkan. Sisanya mungkin berbeda.

Ketiga, aku ada sedikit masalah dengan wordpress. Mungkin ini berita lama, tapi aku baru mengetahuinya. Script affiliasi dan iklan baris tidak ditolerir oleh wordpress.com. nasib sebagai manusia pas-pasan yang Cuma bisa pake subdomain gratisan. Heemm, tidak ada feedback. Sebagai seorang blogger walaupun kacangan, aku sangat membutuhkan feedback agar terus menulis. Entah itu komentar, atau receh dari hasil iklan baris. Itu sangat, sangat membantu. Siapakah blogger tanpa apresiasi? Tanpa komentar dibawah postingannya? Akankah dia tetap menulis selagi manusia mengacuhkannya? Menjaga Idealisme memang lumayan susah. Hal inilah yang membuatku agak kecewa dengan wordpress, kalau tidak mau dikatakan marah. Tapi aku terlanjur jatuh hati pada platform penerbitan ini, sejak dia membuka diri untuk ku jelajahi melalui deret-deret kode. Walau aku bukan programmer atau developer kawakan, aku tetap suka menatap kode. Kalau memakai kosakata dosen bahasa jawa sumber ku, “bahasa kode pasar”. Itulah yang ku kuasai. Benar kata Automatic, si pendiri WordPress. “Code is Poetry”. Kode itu puisi. Diam-diam aku memikirkan untuk punya domain sendiri berakhiran .com. pasti menyenangkan. Engine wordpress akan kusuntikkan. Dengan fitur premium maka iklan apapun akan cespleng di blog ku nanti. Dan tentu saja (alasan utama) receh-receh akan mengalir…hihihi.

Oke! Sudah diputuskan! Aku akan membuat blog premium ku sendiri. Dimulai dari laptop usang di kos-kosan murahan, sebuah rencana besar dimulai. Untuk itu kawan, jangan kaget kalau tiba-tiba blog ini sepi tanpa sebab.
Bagaimana dengan addressnya? Rahasia…tunggu tanggal mainnya, oke?

Satu lagi alasan kevakumanku dari aktivitas blogging. Aku tengah merombak ulang definisiku tentang menulis. Mengapa menulis. Manfaatnya. Eksesnya. Jiwa tulisannya. Sampai bagaimana aku memandang tulisanku sendiri dilain waktu. Sampai titik ini aku menyimpulkan bahwa : hendaknya menulis itu seperti memilih buah-buahan dipasar. Hendaknya memilih buah yang segar lagi matang. Begitu juga menulis. Tulislah tulisan yang bermanfaat.

Sampai pada akhirnya aku menemukan pencerahan. Aufklarung, kata orang jerman. Sepertinya kudapat begitu saja pencerahan ketika dosen bahasa jawa sumber ku masuk untuk kali pertama semester ini. Kemudian bicara senggol kanan-kiri. Ngalor ngidul centang perenang. Merembet ke uang bergambar wayang, austronesia, homo wajakensis, dll. Kuliah seharusnya berakhir jam 4 dari jam setengah 3. tapi molor sampai jam 5. Maklumi saja karena ini kali pertama masuk. Sudah sangat, sangat telat.

Aku sampai pada kesimpulan bahwa menulis sama halnya dengan berbicara. Semakin sering berbicara, semakin besar kemungkinan terjatuh dalam lubang kesalahan. Semakin kuat berbicara, semakin besar kesalahannya. Begitu juga menulis. Semakin banyak kutulis, semakin besar peluang kesalahan yang kulakukan. Semakin banyak –mungkin- orang yang terpengaruh ketika –sekali lagi mungkin- aku menulis sesuatu yang keliru, semakin bertambah dosaku. Kacau! Aku tak mau begitu! Jadi mulai saat ini aku hanya akan menulis sesuatu yang berguna. Bagi diriku dan orang-orang sekitarku. Persetan dengan anggapan orang bahwa “blogger dengan id frxs adalah blogger yang buntung urat idenya”, “blogger frxs adalah blogger yang tidak produktif, jangan ditiru”, dll. Sekali lagi masa bodoh dengan anggapan itu. Ingat, mulutmu harimaumu. Dalam hal ini, “Tanganmu harimaumu!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s