sekolah

Kondisi Chaos sebelum UN

Benar adanya omongan guru BK tempo hari tentang ‘ujian sesungguhnya’. Paling tidak, sebulan sebelum UN saya sudah merasakan kebosanan luar biasa jika melihat buku pelajaran. Apalagi jika yang ada angka-angkanya.

Semua gara-gara ujian praktik itu. Awalnya, saya sudah fully loaded. Memory berbagai rumus dan hafalan berbagai macam kesosialan telah tersimpan rapi. Tinggal menjaganya saja agar tidak crash dikemudian hari. Tapi, apa daya. Karena terpengaruh ujian praktik itu, akibatnya sedikit fatal. Buyar sudah semua rumus-rumus kecuali rumus sederhana seperti limit tak hingga, logika, manipulasi angka, dan statistika. Bah!, dengan keadaan seperti ini paling banter saya hanya bisa menjawab 14 soal dari 40 yang diberikan.

Setelah ‘musibah ujian praktik’, datang lagi berbagai cobaan yang memaksa otak saya untuk tidak mengeksekusi berbagai pelajaran. Pertama-tama, wabah AP gretongan yang secara sporadis menyebar dan tak tahu bermula dari mana. Setelah sebelumnya rajin ke sekolah membawa laptop (kadang nggak bawa buku), akhirnya secara tidak resmi kami (saya, padfoot/piko, terra, dan amri) membentuk kelompok gerilyawan khusus mengincar AP bocor. Kegiatan wardriving menjadi menarik. Apalagi dengan netbooknya amri yang mungil kami muter-muter kota mini Mataram pake motor. Well, sebenarnya mungkin kurang tepat disebut wardriving. Mungkin yang cocok warcycling😉


Belum surut langkah saya mengincar AP yang bocor, keinginan saya belajar kembali terganggu. Kali ini datang dari Prancis. Melalui film B-13 dan Yamakasi kami mengenal parkour dan david belle. Saya yang menyukai kegiatan unik lagi-lagi membentuk kelompok lain. Ada saya, amri, wilhy, sigit, dan jay. Tapi yang paling gila-gilaan adalah saya, amri, dan jay. Saking sedang hangat-hangatnya, latihan 4 hari non stop!. Bisa kau bayangkan itu teman?.

Awalnya kami Cuma lompat-lompat udik tak karuan. Lalu dengan konyolnya saya mengajak teman-teman untuk memanjat SUTET di dekat rumah kami yang entah kenapa, tiba-tiba muncul. Karena kami semua anak-anak nekat, ditambah inspirasi kehebatan david belle, dan iming-iming latihan mental, akhirnya jadi juga kami taklukkan. setengah lebih sudah kami memanjat SUTET dengan ketinggian kira-kira 100 meter itu. Tanpa bantuan alat. Amri yang berada jauh dibawah malah berkata konyol. “kalau saya mati, isiin LJK saya yah?”. Lantas dia ngebut naik keatas sampai hampir puncak. Gila! Tapi sungguh teman, keadaan diatas sana memang super bagus. Dari sana terlihat hamparan pantai indah sekotong plus gilinya dan pasir putihnya. Kami segera turun karena khawatir kalau lama-lama nanti polisi datang dan menawarkan uang berjuta-juta (negosiasi, dikira mau bunuh diri kali).

Bosan di SUTET, kami pergi ke muara. Setelah bosan lagi, kami berdua (frxs n amri) pindah ke taman kota. Berhari-hari latihan dengan progress yang kecil ditambah berbagai cedera karena tidak pemanasan seperti encok… tapi sungguh menyenangkan.

Dan yang terakhir. Dengan sangat beruntungnya ternyata di rumah piko kita bisa dapat AP bocor! Viola!. Hahaha, lokasi ngenet gratisan yang sebelumnya di depan salah satu BUMN atau di depan bandara, atau di depan cafe akhirnya saya arahkan kesini. Mantap tenan rek! Ngemper di halaman rumah sambil buka macbook… semua ini gara-gara salah satu asosiasi yang dengan rendah hatinya tidak memberikan kunci pengaman untuk Apnya.

Begitulah, sampai seminggu sebelum UN, saya tetap tidak menguasai materi hitung-hitungan. Kalau dijelaskan lagi mungkin akan ingat. Untuk itu kami membentuk kelompok lain. Kali ini kelompok belajar. Tapi naasnya, setelah semua berkumpul kita bukannya belajar malah nonton film sampe jam 10 malam. Pertemuan sebelumnya kami belajar kelompok dengan piko. Cuma beberapa menit. Setelah itu pekerjaan dialihkan ke atap rumah, dengan bantuan piko kami akan mencoba cracking salah satu AP yang dikunci. Backtrack tentunya. Tapi, gagal. Malam selanjutnya kita nggak belajar, malah latihan parkour ngalor ngidul sampe jam 12… aahh, betapa runyam masalahnya.

Tapi sebenarnya diam-diam saya sudah mempersiapkan strategi saya sendiri. Saya atur sedemikian rupa dan saya cocokkan dengan tipe belajar dan kemampuan otak khas anak IPS kebanyakan. Kombinasi dari beragam metode dan pengalaman yang diaduk dengan bumbu-bumbu sebelum UN. Saya rasa ini akan menjadi efektif. Kita tunggu saja!

Satu pemikiran pada “Kondisi Chaos sebelum UN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s