Izzatul IslaM, LifE, tazkyatun nafs

Kemuliaan itu ada disini

Alkisah pada zaman khalifah ‘Umar ibn Khaththab ra terjadilah serangkaian penaklukan mencengangkan yang dilakukan oleh ummat Islam pada waktu itu. Orang-orang Arab yang sebelumnya tidak dianggap dalam peta peradaban dunia karena peradaban yang terbelakang tiba-tiba dengan semangat yang tinggi mampu mendobrak 2 imperium besar kala itu, Kekaisaran Persia dan Kekaisaran Romawi timur.

Tak lama setelah ‘Umar di bai’at menjadi Amirul Mukminin, maka negeri Syam (palestina) telah ditaklukkan oleh Islam. Maka selaku khafilah, ‘Umar berencana akan mengambil sendiri kunci kota Baitul Maqdis (yerusalem) dari penguasa sebelumnya.
Pada saat itu reputasi ‘Umar selaku khalifah Islam dan kaum Muslimin umumnya sangat tinggi. ‘Umar yang apabila namanya disebut dalam majelis-majelis kaisar dan kisra, maka hampir-hampir pingsan kedua raja ini. Bergetarlah singgasana kisra dan kaisar apabila mendengar pasukan muslim yang semakin mendekati pusat kerajaannya. ‘Umar yang hanya tidur di atas pelepah kurma, makan gandum. Tapi raja-raja yang berlimpahan harta ketakukan. ‘Umar yang apabila berjalan di suatu jalan, maka syetan memilih jalan lain.

Mendengar pemimpin kaum muslimin akan mengambil kunci kota Baitul Maqdis, maka berbondong-bondong keluarlah orang-orang Nashara dalam jumlah besar. Rahib, Pastur, Pendeta berderet disepanjang jalan menanti sambil penasaran seperti apakah gerangan pemimpin kuam Muslimin itu? Apakah dia akan membawa serta pengawalnya? Memperlihatkan seluruh kemegahannya? Dengan pengawal-pengawal dan pembesar Muslim? Bahkan para wanita keluar dari atap-atap rumah dan anak-anak keluar dari gang dan lorong-lorong menunggu dengan penasaran. Pasukan muslim pimpinan 3 panglima keluar dengan konvoi pasukan yang belum pernah didengar dunia.

Dengan apakah ‘Umar datang ke Baitul Maqdis? ‘Umar hanya mengendarai satu unta dan ditemani seorang pembantunya!. Tidak ada iring-iringan pengawal, tandu megah seperti umumnya raja-raja lainnya, tidak ada pembesar dari kalangan Muhajirin dan Anshar atau orang-orang Shaleh dibelakangnya. ‘Umar bahkan hanya mengenakan pakaian biasa layaknya rakyat. Untanya bergantian ditunggangi. Kadang ‘Umar diatas kadang dia yang menuntun dan pembantunya yang menunggang.

Melihat keadaan yang tampak ganjil itu, para pejabat Muslim mengira bahwa itu adalah utusan yang mengabarkan bahwa rombongan khalifah hampir tiba. Namun ketika semakin mendekat, maka sadarlah mereka. Ternyata itu adalah Khalifah sendiri!. Terkejut dan heranlah orang-orang. Ternyata ‘Umar adalah orang yang sangat sederhana.

Melihat penampilan ‘Umar, Amr bin Ash berkata : “wahai amirul Mukminin, orang-orang menanti kehadiran anda, penghuni dunia keluar untuk menyambut kehadiran anda dan orang-orang mendengar tentang anda tetapi anda datang dengan penampilan seperti ini?”

Maka berkatalah ‘Umar dengan perkataan yang hingga hari ini tetap dikenang, dan akan terus dikenang sepanjang masa.

“Kita adalah umat yang Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa muliakan dengan Islam. Maka setiap kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, Allah menghinakan kita.”

***

Inilah kita, Ummat Islam yang telah diberikan kemuliaan oleh Allah dengan Islam. Maka berbanggalah kalian kerena kemuliaan itu dan jangan malu!. Jangan mencari-cari kemuliaan lainnya. Entah dengan harta, kedudukan, nasab, bangsa. Atau ideologi-ideologi lainnya yang bertentangan dengan Islam.

Mereka benar-benar tertipu, jika menganggap hal-hal diatas (harta, penampilan, ideologi batil, kelompok-kelompok batil, dan lain-lain) dapat menjadikan mereka mulia. Betapa banyak kita melihat orang-orang mencampakkan agama mereka yang condong kepada apa-apa yang tidak sesuai dengan Islam. Mereka menganggap bahwa hal itu dapat memberikan kemuliaan untuk mereka. Sebaliknya, justru mereka akan mendapatkan kehinaan.

Banyak sekali orang-orang yang begitu bangga jika dikaitkan dengan harta, penampilan, kelompok organisasi tertentu, dan nasab mereka. Tapi anehnya mereka malah malu memperlihatkan Islam mereka, seakan akan Islam membuat mereka terhina (na’udzubillah).

Ada yang bangga dengan status mereka selaku anggota partai, bangga dengan posisi sebagai ketua perkumpulan anak punk, bangga karena terlahir sebagai orang kulit putih, bangga karena berkumpul dengan orang-orang pintar, selalu bangga bila berkata “saya adalah orang bla bla bla” tapi secara bersamaan malu dan nggak pede jika memakai kopiah atau jilbab, malu mengatakan bahwa dia adalah orang Islam, malu memakai pakaian taqwa (seperti baju koko,gamis, atau jubah), malu mengamalkan Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wasallam, malu shalat berjamaah di Masjid, malu menyuarakan penderitaan saudara muslim di dunia (parah ni), bahkan malu untuk menyuarakan Islam itu sendiri, dalam contoh yang paling ringan yaitu amal makruf nahi munkar.

Sadarlah saudaraku! Inilah Islam. Inlah kemuliaan itu!. Maka dalam setiap waktu dan kondisi, berkatalah bahwa “aku bangga menjadi Muslim” dan saksikanlah, sesungguhnya aku seorang Muslim! –frxs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s