LifE, sekolah

Seputar ujian nasional (fakta atau mitos?)

Yang paling menakutkan, menggemparkan, mencengangkan, dan mendebarkan bagi anak-anak SMA tahun ini pastinya adalah ujian nasional. Bukan hanya karena tidak ada “nyawa tambahan” untuk mengulang dalam sekali waktu, tapi juga karena disinilah penentu apakah kita bisa segera keluar dari gedung penuh muslihat bagi sebagian siswa sekaligus gedung penuh kenangan bagi siswa lainnya, SMA.

Ujian nasional tak lengkap rasanya bila tidak disertai bumbu-bumbu berupa “cerita konon kabarnya”, “kabar angin”, “kabar kabur”, atau kabar-kabar lain yang belum diuji ke otentikannya. Ini menjadi menarik karena dengan stimulan ini kita bisa menjadi lebih deg-degan, merasa coklat, optimis, pesimis, atau bahkan berniat bunuh diri (dont do that).
Nah, kali ini saya mau berbagi cerita-cerita yang pernah saya terima melalui pendengaran maupun pengelihatan saya.

1. 3 bulan sebelum ujian kita akan terserang syndrome malas yang parah
Dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan, pelajaran yang menumpuk, materi yang menggunung, try out yang simultan, dan les yang menggila, konon pada masa-masa 3 bulan sebelum UN kita akan merasa boring dan bisa menjadi malas.
Pendapat saya : kayaknya ada benarnya. Saya sendiri bahkan 12 bulan sebelum UN udah males duluan. Nggak tahu kenapa semester ini adalah semester yang buruk bagi saya. Semua serba tak terkontrol. Pokoknya amburadul deh. Tapi, anehnya nilai saya tetep hepi-hepi aja tuh (ha-ha-ha). Tapi saya kurang setuju kalau pada bulan-bulan dan hari-hari terakhir kita akan berhadapan dengan “ujiian yang sesungguhnya” (meminjam istilah guru BK). Karena saya tipe orang yang kalau sedang terdesak baru keluar deh kemampuan s*sungguhnya.

2. pada jam 7 pagi hari pertama ujian, soal yang diujikan sudah ada di internet
Saya pernah dengar hal ini dari salah seorang kakak kelas kami yang sekarang udah alumi. Karena dengan asumsi jam 7 kita udah di sekolah, maka soal yang diujikan otomatis (?) di unggah ke web depdiknas.
Pendapat saya : saya mencium bau membual yang keras disini. Tidak mungkin lha orang diknas segoblok itu. Sekarang bahkan didalam kelaspun kita bisa mengakses internet. Guru-gurupun jika tahu hal ini sudah tentu akan berusaha membantu siswanya.

3. kunci jawaban diperjual-belikan, fakta atau fiksi ?

Banyak looh yang jual kayak gituan di internet. Katanya sih akurat sampe 98%. Ada juga yang menyediakan soal-soal UN (entah mungut darimana). Kita diberi soal UN sekitar 100 biji, tapi ntar yang di”ramal”kan keluar hanya beberapa puluh.
Pendapat saya : -b o h o n g- jangan pernah membeli soal UN atau kuci jawaban UN dimanapun atau di siapapun. Kecuali yang anda beli adalah soal dan kunci jawaban UN tahun kemaren (hi hi hi). Jangan juga tertipu oleh kata-kata oknum yang menjual kunci jawaban UN bahkan hingga jutaan rupiah. Kunci jawaban UN itu rahasia banget…kecuali bapak anda presiden atau dirjen diknas, mungkin anda bisa mengintimidasi mereka.

4. Jadwal dipercepat, materi dtambah
Wacana orang-orang jahil di DPR kemarin adalah kemungkinan memajukan jadwal UN dari bulan april ke bulan februari karena alasan pemilu. Materi juga katanya ditambah, off course dengan standar kelulusan yang juga meningkat.
Pendapat saya : wacana itu tdak jadi (mungkin) –syukur deh-. Gila aja, masa’ sih beberapa minggu lagi kita harus UN. Euy orang-orang jahil di DPR wa MPR!!. Kalian pernah sekolah SMA kan?? Jangan buat kebijakan seenak perut donk! –maap sodara sodara jadi emosi-. Standar kelulusan dinaikkan? Saya rasa anak-anak SMA sekarang telah masuk ke lingkaran konspirasi istana. Demi memunculkan imej baik pada pemerintah yang berkuasa, kita deh yang terpaksa jadi “sapi perah” untuk dipaksa mikir keras. Jangan-jangan ini hanya sekedar alat propaganda??

5. Nggak bakal bisa nyontek, polisi ikut mengawas

Ditambah lagi dengan omongan guru-guru killer yang menakut-nakuti murid supaya mikir sampe botak bahwa tahun ini anda nggak bakalan bisa nyontek. Apalagi matematika (waaa!). belum lagi kehadiran polisi yang fundamental razianya tidak terfokus di jalan lagi. Hati-hati siswa yang banyak akal, putar otak kalian lebih cepat agar bisa bawa hp masuk kelas!
Pendapat saya : Abaikan saja. Saya sudah mempersiapkan banyak muslihat agar bisa menjawab soal dengan baik dan benar. Tentu saja dengan belajar sebagai protokol utama dan berbagai “alat canggih” khusus untuk protokol cadangan jika protokol utama (belajar) tidak bisa mengatasi soal matematika yang sulit

6. Muncul SMS berantai yang menyesatkan
Anda disuruh memforward sms itu ke 15 teman anda. Jika sms itu berakhr di hp anda, maka anda tidak lulus. “dont send back, pernah terjadi” kata sms itu. Satu-satunya petunjuk yang bisa menjelaskan kebodohan ini adalah nick _The puzzle Boy_
Pendapat saya : mungkin tu anak sedang boring. Jadi dia buat celoteh yang aneh-aneh. Jangan dihiraukan. Saya sendiri udah 2 kali dikirimin tu sms. Abaikan saja, tidak ada pengaruhnya. Satu yang harus kamu tahu _The Puzzle Boy_, saya akan lulus dengan NILAI TINGGI!

7. kunci jawaban via SMS
Ini kebalikan dari jual beli kunci jawaban UN. Anda malah dikirimi kunci jawaban UN dengan Cuma-Cuma, langsung di hp anda.
Pendapat saya : teliti dulu. Kalau ternyata soal itu pas dengan jawaban di sms, bisa jadi benar. Kalo nggak pas ya berarti ngibul. Tentu saja hal ini bisa dilakukan setelah anda berhasil menyelundupkan hp dan contekan ke dalam kelas. Kunci jawaban via sms juga mencurigakan. Selain dikirimi gratis, jangan-jangan itu bukan kunci jawaban, tapi malah prediksi nomer togel yang bakal keluar!! (hahaha)

8. ragu-ragu dengan jawaban? Beri titik pada semua lingkaran!
Jika anda ragu-ragu dengan jawaban no xx, maka lingkari saja jawaban yang mungkin benar dan beri titik pada pilihan jawaban yang lain. Mesin yang memeriksa akan mencari berkas titik pencil anda dan mencocokkan dengan jawaban. Hasilnya?
Pendapat saya : Ngambang. Saya nggak tahu kalo dengan hal itu kita bisa berhasil. Kayaknya ini seperti mengeksploitasi kelemahan sistem dan memanfaatkannya. Saran saya adalah “menjauh saja dari hal-hal yang meragukan”

Sebenarnya masih banyak hal-hal lucu lainnya yang mau saya tulis, tapi berhubung syndrome males nulis saya kambuh lagi, jadi segini aja dulu yah!.

Hal terbaik yang saya sarankan untuk menghadapi ujian adalah :
1.    jangan dianggap susah. Bawa hepi aja. Karena itu membantu kita untuk berpikir lebih ringan dan meminimalkan beban otak yang overload.
2.    belajar. Ini umum, saya nggak akan mengomentarinya.
3.    berdoa. Saya mempergunakannya sebagai faktor utama kesuksesan.jangan lupakan doa
4.    protokol cadangan. Untuk berjaga-jaga bila belajar tidak banyak membantu dilapangan…
5.   Jika memang buntu, berdoa lagi!

10 pemikiran pada “Seputar ujian nasional (fakta atau mitos?)

  1. mampus kalen hari senin besok ,,
    akan menentukan 3 tahun kalian belajar. .

    SEMOGA BANYAK YG TIDAK LULUS .. !
    coz . .
    kalen anak” kelas 3 sekarang ,,
    lebih bnyak membualnya ,,

  2. semoga ujian kaliii nie luluz 100%. n semangadh ia………. wad yang ikud ujian, jng mw kalah dng negara* yg laen.
    okeg okeg!
    n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s