LifE, sekolah

Olimpiade Teknik (FT-UNUD 2008) : The Foreigner #2

saya terbangun jam 4 pagi setelah tadi malam sempat menyetel double alarm jam setengah tiga dan jam empat. ini adalah jurus ampuh saya untuk membangunkan diri setelah tidur larut. Tidur larut bukanlah soal, tidur hanya 4 jam juga bukan masalah, asal tak ketinggalan shalat subuh. Setelah itu saya kembali mengutak-atik photoshop + dreamweaver… suntuk tapi enak juga. Jantung berdetak dagdigdug. Menurut informasi yang bisa dipercaya mobil panitia akan menjemput kami ke bukit jimbaran (tempat fakultas teknik UNUD berada) pada jam tujuh pagi ini untuk menghadiri acara pembukaan. Sumpah, tak ada spesial kecuali rentetan baris kode, harapan terakhir remaja tanggung ini.

Mobil yang menjemput kami datang. Saya langsung berdoa dalam-dalam. Doa adalah penentu. Doa adalah benteng terakhir saya. Merendah diri dan menghina diri. Kalbu tenang setelah mengucap beberapa patah kata penghinaan diri kepada Sang Pentarbiyah.

Akhirnya kami sudah berada di mobil. Menuju jimbaran. Jujur, saya baru tahu jimbaran itu nama wilayah (setelah sebelumnya hanya mengenal melalui iklan es krim ;)). Ternyata jauh juga dari hotel kami ke jimbaran. Hotel kami berada di “The Denpasar’s Suburb”, piinggiran kota. Saya tak menyesalinya. Perjalanan menjadi menarik karena banyak hal yang bisa dilihat disini. Jantung saya masih berdegup kencang. Saya mulai merasa sakit perut. Kondisi wajar yang saya alami ketika berada dalam situasi yang berhubungan dengan orang banyak, atau sebuah kompetisi, atau ulangan matematika.

Kampus FT ternyata luaass banget. Berada dibukit jimbaran. Kalau anda memiliki pandangan yang  luas maka tak susah mencari bibir laut dari atas sini. Kami turun dari mobil, registrasi, basa-basi dengan rombongan selong, berkenalan dengan beberapa orang sebelum mengikuti acara pembukaan. Acara dibuka dengan tarian khas bali. Kemudian sambutan Bupati Badung, kemudian sambutan PR (pembantu rektor), kemudian acara makan. Ketika konsumsi dibagikan, saya tiba-tiba menjadi vegetarian untuk sementara. Saya mencoba untuk menjaga perut dari hal-hal merusak kemakbulan doa saya. Maafkan saya panitia, bukan untuk menyinggung.

Pembukaan diakhiri dengan demonstrasi oleh pendiri FT UNUD, yaitu bapak (adduuh lupa, soalnya namanya kesimpen di otak kiri, yang notabene udah dihapus karena bersifat short term memory). Kemudian kami digiring (kayak kambing) oleh kakak-kakak panitia menuju ruang lomba. Perasaan saya biasa saja. Nggak banyak pikiran. Hanya kepanansan karena pakai jaket (biar keliatan besar badan kurus ini).

Setelah masuk ruangan kami dipersilahkan duduk di komputer masing-masing. Meng-copy bahan kerja kami ke komputer dan mulai bekerja setelah ada aba-aba. Setelah itu maka dijalankanlah proyek ambisius kami. Sibuk ngetik script!. Seingat saya, hanya saya dan snivelus yang komputernya bunyi klotak-klotek karena keyboardnya ditekan sangat agresif, persis seperti pemain ayo dance level tinggi. Selanjutnya sesi buat css. Saya singkat ya biar ngga menghabiskan waktu?.

Sisa waktu tinggal 5 menit ketika saya sudah merampungkan webnya. Naas, terlalu kecil, kecil sekali. Layar 18” (jika tak salah) membuat web saya menjadi kecil karena selama ini hanya dicoba dilaptop berlayar seadanya. Persiapan sudah jadi. Script sudah digunakan. Dan senjata pamungkas saya akhirnya berkibar dengan gemilang. “Multi Search Engine”. Hasil utak-atik script dengan sedikit penyesuaian. Semula saya takut kalau tu script nggak jalan. Karena tadi malem saya sama snivelus mencoba mencari kesalahan tu script karena pas dijalanin ga bisa. Tapi sekarang sudah bisa!. Syukur….

Saat penjurian. Lebih membosankan lagi. Saya hanya menghabiskan waktu untuk browsing amboradol tak sistematis. Nunggu giliran dinilai. Sementara itu snivelus asyik ngoprek situsnya yang udah jadi. Dengan latar oranye, latar yang katanya adalah warna energi. Terlihat sangat menarik karena para mahasiswa dari tadi berada dibelakangnya. Mungkin kaget sambil kagum bagaimana anak kerempeng ini bisa begitu encer idenya. Saya sendiri memilih untuk ngenet lagi. Tak ada yang berubah kecuali menambah beberapa kata-kata yang sebenarnya nggak penting untuk dicantumkan pada sebuah web biasa sebelum juri menghampiri saya.

Dia mengklik halaman index.htm saya. Pas dibuka, ternyata activeX controlnya belum jalan. Membuat flash dan java tidak bisa berjalan. Dia bertanya : “kenapa ini?”. “activeX nya belom nyala pak!” saja jawab sambil menyalakannya. Akhirnya berjalan juga flashnya. Kemudian dia beralih ke status komputer yang saya buat pake java + marquee direction=up.
“pake apa ini dibuat?”
“marquee pak, jawab saya”
“apaan?” sambungnya
“marquee, html…” saya jawab lagi..
Ooo katanya. Lalu dia melihat yang lainnya di web saya. Saya menjelaskannya. Tak lengkap, tapi saya yakin telah membuatnya melongo. Sayangnya dia tak mencoba script pamungkas saya. Saya hanya menjelaskan kalo ini adalah multi search engine yang dibuat pake java. Trus ada juga rollover image yang juga dibuat pake java, tapi memanfaatkan fitur dari dreamweaver.

Snivelus mendapatkan pertanyaan yang sama ketika sang juri melihat ada tulisan aneh wara-wiri jalan-jalan di situsnya. Seingat saya narasinya sama seperti yang saya dapatkan. Dugaan saya benar, sang juri melongo melihat menu flash dropdown, begitu juga kakak2 mahasiswanya… good job!, akhirnya mereka seperti disember petir pada bulan sebelum bulan disember ini (lho?) walaupun sudah jelas bahwa saya tidak melihat petir…;)

Lomba berakhir. Kami disuruh pulang atau mau ngenet. Tentu saja kami mau pulang ke hotel.

Diluar orang sudah berhamburan. Tak ada yang saya kenal. Hanya seragam putih-abu yang menandakan mereka adalah makhluk dari tempat yang konon kabarnya adalah sekolah menengah umum negeri. Sama seperti kami… kami bertemu rombongan selong. Sedikit basa basi. Menanyakan lomba. Hening…. kemudian mobil datang dan membawa kami pulang.

Sesampainya dihotel kami mendeklarasikan bahwa malam ini adalah saat yang tepat untuk cucimata, cari buku dan jalan-jalan. Langsung saja kami pesan taksi menuju matahari (entah matahari mana, soalnya otak saya semrawut memikirkan arah utara-selatan). Sampai disana kami mencari buku… bagus bagus dan tentunya lebih lebih lengkap daripada di Mataram. Saya membelli buku “The last secret of the temple”. Novel yang katanya menandingi the da vinci code. Saya nggak tertarik dengan anggapan orang. Saya tertarik karena itu menyangkut tiga agama… menarik. Snivelus membeli majalah linux, distro linux, sementara guru kami sibux mencari buku underground (hacker, virus, dll)

Hari ini kembali mencapai klimaks ketika mata saya nggak bisa diajak kompromi dengan tamu kami yang datang setiap malam, kantuk… saya tidur dengan memegang buku novel yang saya beli (menurut pengakuan snivelus…)

Bagian 3 nanti ya, saya mau bobok dahulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s