LifE, sekolah

Olimpiade Teknik (FT-UNUD 2008) : The Foreigner #1

menindaklanjuti “affair” saya dengan guru TIK (silahkan baca postingan yang lalu), akhirnya tanggal 12 November 2008 kami bertiga (saya, snivelus, n guru TIK) pergi ke Bali… tentu saja untuk ikut lomba. Jujur, seumur hidup saya baru ikut lomba akademik kayak gini baru 2 kali. Yang satu pas sd, dan yang satu ya… sekarang.

Jam 10.00 pagi, Mataram
Mobil yang kami tumpangi sedang berjalan cepat dan pasti menuju pelabuhan di barat pulau Lombok, lembar. Banyak yang telah berubah. Seingat saya sudah hampir setahunan saya nggak naik kapal lagi. Sekarang dilembar udah banyak banget perubahan yang berarti. Tak usah diceritakan.Biarkan dunia yang mengeksposnyašŸ˜‰. setelah menyelesaikan administrasi di pelabuhan, akhirnya mobil kami berhenti di depan dermaga yang kapalnya sudah hampir mengangkat jembatannya. ayo! bergegas masuk dengan membawa barang seadanya (setelah tentunya berjabat tangan dengan sang sopir).

Naik kapal selalu menyenangkan, tak peduli berapa kali kau naik kapal. Selalu begitu. Selalu menyenangkan. Karena saya dari kecil udah terlanjur suka dengan kapal. Karena dari kecil kerjaan saya bolak-balik Bima-Mataram. Jadi naik kapal adalah sebuah rutinitas biasa. Tetapi tetap saja menyenangkan. Saya tak tahu mengapa.

Dikapal, tentu saja ada banyak orang. kendaraan didominasi oleh truk-truk besar. suara yang memekakkan telinga, ketika mesin kapal dihidupkan. Membawa kami dan lamunan-lamunan kami serta harapan kami pergi menuju pulau di seberang sana, Bali. Tak ada yang menarik tentang orang-orang dikapal. seperti biasa, kursi panjang di dek habis oleh satu orang (dipakai tidur). Saya bisa memahami kalau mereka adalah supir truk yang kecapekan. Tapi tetap tidak bisa mengerti sikap egoisnya (saya harap saya salah).
Setelah 4 jam waktu dikapal kami habiskan untuk membuka laptop, belajar script, maen photoshop, pergi ke dek atas, melihat ombak, sholat, tidur, akhirnya pulau itu terlihat, Bali. setengah jam kemudian kapal merapat. tidak ada yang istimewa. semua berdesak-desakan inign keluar. Bau anyir menyengat ketika kami melewati mulut kapal. Bau seperti cumi busuk dicampur dengan oli. Bau khas dari kapal-kapal disini.
Sampai di Padangbai. Kami segera mencari rumah makan muslim. ada, dan langsung saja mengambil teh botol dan U C 100. kami sampai jam 3. Sedangkan menurut keterangan yang berhasil dikorek oleh guru kami, mobil jemputan dari panitia akan datang jam lima. Itu berarti ada banyak celah untuk sedikit bermain-main. Setelah waktu ashar masuk kami (saya dan snivelus lupa untuk menggabungkan sholat dzuhur dan ashar di kapal tadi)pergi solat ke masjid terdekat. Setelah itu kami kembali ke rumah makan. Tiba-tiba guru kami menerima Incoming transmission. Ternyata selain kami, ada rombongan lain dari pulau disebelah pulau Bali. Tepatnya ditimurnya lagi. Tepatnya Selong…
Ada 18 orang. Pikiran pertama saya : busset, ambisius banget yah… tapi mudah-mudahan saya salah menilai.

Kami menunggu kapal-kapal lain merapat, berharap rombongan itu ada disana. Hasilnya nihil. Saya dan snivelus memutuskan untuk pergi kongkow-kongkow ke pelabuhan. Ketika sedang asyiknya melihat kapal kapal yang bersandar di padangbai, tiba-tiba saya merasakan insting saya berkata ada yang tidak beres. Saya dan snivelus balik lagi ke RM. Benar, orang-orang dari panitia udah datang (pake mobil penjahat, soalnya mobilnya jeep sih… hehe). Karena romobongan selong belum tiba, kami menunggu lagi. Sesi menunggu mencapai klimaks ketika panitia datang diiringi dengan belasan anak-anak selong. Finally, kamipun berangkat ke Denpasar (hampir jam 6-an).

Denpasar. Ingin sekali kukatakan bahwa tidak ada yang spesial. Namun kenyataan berkata bahwa semuanya disini berbeda. Jalan, rumah, orang-orang, bahasa, kultur, rasa, paras, ciri khas… everything. Yang nggak berbeda adalah dari tadi saya merasa agak risih karena belum buang air kecil sejak pagi. Singkat cerita kami menginap di sebuah hotel. Saya ragu apakah ini hotel. Tapi karena didepan ada plank besar bertuliskan ā€œHOTEL MUTIARAā€, saya setuju saja kalau ini benar-benar sebuah hotel. Pelayanannya biasa saja. Tidak ada yang mengantar. Nggak ada makanan, jemur handuk tidak boleh (takut salah angkut katanya). Setelah kami check in kami mulai merancang strategi terbaik untuk mendesain web dengan cepat, singkat, dan memukau. Dengan mempertimbangkan aspek waktu dan meminimalkan proses trial error, akhirnya diputuskan bahwa strategi kami adalah : 1. Buat script java dulu biar ga lupa 2. Buat file CSS 3. Buat langsung file .htmnya. proses trial error dilakukan nanti saja setelah semua jadi. Kami agak pesimis. Saingan kami ada 16 orang. Saya sendiri meminta bantuan snivelus untuk membantu saya merancang banner web saya. Dan dia saya beri beberapa script java yang mantap untuk dihafal. Saya sendiri sudah mempersiapkan senajata pamungkas saya sendiri. Untuk mengetahuinya simak ya posting berikutnyašŸ˜‰.

Rombongan selong terdiri atas 2 sekolah. SMAN 1 Selong dan STM Selong. Mereka mengikuti lomba rancang bangun jembatan dan karya tulis ilmiah. Enggan saya mengomentarinya karena jujur saya bukan pakar EYD atau otak arsitek. Ucapan semoga berhasil tulus mengalir melalui lidah saya (sueer men!).
Malam hari, dihotel Mutiara. Lembur! Kami sedang sibuk2nya. Snivelus sibuk mencoba-coba scriptnya. Latihan dan latihan!. Saya sangat yakin dia sangat berpotensi menang (nggak efektif banget ni kata-kata). Melihat menu flash dropdownnya saja sudah membuat saya kagum. Apalagi jika dilihat oleh saingan lain. Bisa bisa mereka pingsan seperti disambar petir pada bulan sebelum bulan disambar ini (lho?). Saya sendiri sibuk dengan photoshop saya. Memeriksa dengan teliti kemungkinan kesalahan image dan malfunction browser ketika dijalankan. Pekerjaan yang menyenangkan. Otak kanan saya berkooperasi dengan otak kiri dalam hal ini. Thanks buat snivelus untuk inspirasi idenya. Saya namakan layout ini ā€œminimalisā€. Saya nggak peduli masalah konten. Konten saya bisa jadi paling sedikit diantara yang lain. Halaman utama, tentang kami, artikel yang nggak mutu 2, dan halaman kontak kami yang begitu statis. Singkat cerita, saya merasa pede dengan konten pas-pasan seperti ini.

Lembur sampe jam 12an… ngantuk udah ilang dari ingatan. Besok tanggal mainnya. Kami berharap semua baik-baik saja. Snivelus dari kapal sejak mengetahui pesaingnya ada 16 orang langsung minta pulang. Sementara saya sudah makan mie instan yang dibeli pak guru 2 bungkusšŸ˜‰. Setelah menaruh banyak harapan pada desain dan script yang kami buat, dia datang lagi. Ngantuk. Akhirnya hari ini berakhir dengan rebahnya 2 tubuh kurus ke kasur biasa….

Tunggu cerita berikutnya ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s