FantasY

Ascalon Campaign

Ini adalah cerita fiksi. Dengan latar yang agak amboradol dan tumpang tindih… Ikuti saja dan kemudian pahami maksudnya…

#1. Battle of Siorin

Sudah seminggu sejak detasemen ke 23 diturunkan di lembah ini. Gila! front hanya mampu 12 km advance, tapi korban sudah mencapai ratusan ribu!. Perintah gila dari jenderal bintang empat itu telah membuat para prajurit menemui ajal yang nyata didepan. Pasukan Aegis memang kuat dan pintar. Menanam AI gun (anti infantri gun) disepanjang poros paling strategis di lembah Siorin. Tak ayal, Sang Jenderal gila yang dengan gobloknya berkata “1 prajurit Patilla mampu membunuh sedikitnya 3 prajurit Aegis” langsung pingsan. AI gun memang bukan lawan sepadan bagi prajurit dengan rompi anti peluru buatan PDD (Patilla Defense Department), senjata “rashigg” kaliber 4×0.6mm dengan laser illminator, dan sebuah IAH (Integated Army Helmet).

Hari ke 87….

Gila, kami harus tidur disini… parit perlindungan dengan mayat prajurit lain yang tak sempat dikubur atau malas dikubur. Kami tak bisa memanggil A.R.CO.V (Armored Robotics COmbat Vehicle) karena medan udara telah dikuasai oleh Aegis dengan penempatan ratusan MBT (mobile Battle Terminal) dis ekitar orbit Rarola.

***
Hanya berteman sepi. Dan sesekali raungan ranjau yang meledak. Dan kadang AI gun yang menembak nyaring para prajurit Patilla. Keadaan kami dalam kondisi yang sangat sulit. Bertahan di parit konsentrasi dengan ransum secukupnya. Disini, kematian hampir-hampir nyata dan berwujud layaknya kekasih yang kesepian. Menunggu pulang untuk bertemu teman…

Hari ke 90

Untuk pertama kalinya kami melihat sebuah ATS (Armored Transport Ship) Patilla mengudara sangat dekat dengan parit konsentrasi kami. Sepertinya setelah berhari-hari penyerangan medan udara oleh legiun udara Patilla telah sedikit membuahkan hasil. Setidaknya kami berharap bahwa kapal itu membawa ransum dan beberapa super tank untuk kami agar front bisa advance untuk beberapa kilometer lagi.

Setelah pesawat mendarat ternyata hasilnya diluar dugaan, seorang wanita!. Kuperkirakan dia adalah seorang jenderal, dari seragamnya yang khas dengan empat bintang bersemai di pundaknya. Selanjutnya pesawat besar itu mengeluarkan muatannya yang lain, kali ini aku sangat mengenalnya. Tak lain, itu adalah A.R.CO.V. Unit tempur robot paling kuat, ditakuti, dan tentu saja mahal. Melihatnya sekilas aku tahu kalau A.R.CO.V itu adalah jenis SU, Special Unit. Hanya orang dengan pangkat dan kedudukan tinggi yang dapat menaikinya. A.R.CO.V jenis paling rendah saja, yaitu jenis IU (Infantry Unit) hanya bisa dinaiki jika kau sudah berpangkat letnan, itupun kalau kau sudah mengantongi sertifikat ATA (A.R.CO.V Training Academy).

Jangan pikirkan kami. Kami hanya prajurit biasa dari legiun biasa yang ditugaskan pada misi yang paling berbahaya. Para petinggi Patilla tak akan bersedih jika mendengar 5000-9000 prajurit biasa tewas dalam menit-menit pertama penyerbuan. Asal tahu saja, di planet Zent-43 tempat koloni Eduart tinggal ada sekitar 89.000.000 tentara Patilla. Belum termasuk pasukan khusus, intelijen, Super Infantry, dan Mercenary yang tersebar di sabuk Tella ini.

… to be continued

2 pemikiran pada “Ascalon Campaign

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s