LifE

Confused To Do Syndrome

Pada suatu siang, disebuah kelas yang terlihat biasa-biasa saja. Seorang anak yang duduk dibangku kedua dari belakang terlihat lesu menatap papan tulis lengkap dengan sederetan rumus-rumus. Lama-lama bosan juga ia menatapnya… tiba-tiba seorang yang memakai baju gelap menatapnya dengan arogan sambil berteriak nyaring. “Kamu yang duduk dibelakang. Ya! kamu yang dari tadi lesu itu! cepat maju kerjakan soal!” saking kagetnya sang anak sampai semaput… detak jantungnya dag-dig-dug… “waduh gawat nih”, pikirnya…

Disebuah gedung yang terlihat mewah, ada sebuah pesta diadakan. (lagi-lagi) seorang anak remaja tanggung terlihat “aneh” ditempat itu… semuanya orang dewasa tempak bercengkerama satu sama lain. Dia sendirian disana. Tak berkawan… mau nyapa, eh malah salah ngomong. Mulut djadi gagu, keringet dingin ngocor karena merasa berada dalam keadaan dan tempat yang “salah”….

Ditempat lain lagi. Kali ini disebuah pertemuan bapak-bapak. (lagi-lagi) seorang anak remaja tanggung duduk “sopan” (karena bingung mau ngapain) di salah satu tempat duduk. kepalanya nunduk… malu n tanggung mau gabung sama bapak-bapak. Tiba-tiba dia disapa cewek yang seumuran. Wajahnya lumayan manis… waduhhh! Deg-Deg-Duggk!! yah,…malah keluar keringet dingin deh!. eh tu cewek malah nyapa “kamu ga makan?”, “kamu kesini sama siapa?”, “namanya siapa?”… mulut si anak langsung ketutup ga bisa gerak…

Apa kamu pernah mengalami hal diatas?? ya! tiga skenario diatas. fraxis menyebutnya sebagai “Confused to do Syndrome” (jeng-jeng-jeng). Sebuah fenomena kejiwaan yang lumayan merepotkan. Kalau bahasa sehari-harinya sih salah tingkah. Biasanya terjadi ketika kita berhadapan dengan suasana yang 180 dejarat berbeda dengan biasanya. Misalnya ketika diundang makan malem sama “orang (yang ngakunya) penting”. Eh, malah bingung. ini garpu ditangan kanan ato kiri, ato dipake garuk kepala ya?? (habis biasa pake tangan)

Ketika syndrome ini menyerang, biasanya korban akan memanifestasikan perilaku tak wajarnya dengan : Ketawa sendiri, siul-siul aneh, garuk kepala, pura-pura baca sms (padahal lagi ga ada sinyal), bersihin baju (yang memang bersih), hiperaktif (biasanya kalo deket sama c*we), diem-diem aja sebagai langkah defensif, berdoa dalem-dalem semoga acaranya cepet selesai, berharap ga ada yang nyapa, ato yang paling sering kalo misalnya mulut jadi gagu dan kaki sulit gerak : KELUAR KERINGAT DINGIN DI BELAKANG BAJU!

Memang terlihat parah ya…. tapi jangan salah!. Syndrome ini juga memiliki kelebihan dan tentu saja kekurangan. kelebihannya adalah kita jadi punya “alarm” untuk bersikap tepat pada waktu dan tempat yang sesuai. misalnya pada saat jamuan makan oleh para petinggi (petinggi apa hayo?)… karena kita tahu kalo kita gak mungkin ikut-kutan “affair” para pejabat, kita bakalan diem dan berdoa semoga acaranya cepet selesai, kepala nunduk dalem-dalem (lihat manifestasi CTDS). kalo ga kan kita mungkin bakal ngupil aja didepan tu orang, ato ngangkat kaki ke kursi, ato yang paling parah adalah : kentut sembarangan.

Sedangkan kekurangannya : yah jelas dong..malu-maluin!!! bayangin kamu sedang duduk-duduk diacara yang wah… terus tiba-tiba dari pengeras suara terdengar suara ” Kepada saudara xxxxx dipersilahkan maju untuk menyampaikan sepatah dua patah kata!”…waduhh!! celaka! padahal kamu sedang enak-enak makan! dan lagi kamu merasa bahwa kamu bukan siapa-siapa di acara ini…kamu akhirnya salting…merinding…mulut kering…. dengan gagu kamu maju..eh malah diketawain karena ternyata bagian belakang baju dan celana kamu basah karena keringetan!!! nah lo…

Hal terbaik untuk menghilangkan syndrome ini : Jangan Salting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s