Uncategorized

Hari itu sekonyong gempa

hari itu sekonyong gempa di dusun kami
atap kantor dusun yang sudah jelek, roboh
hari itu orang-orang berbisik
tentang kantor dusun yang roboh

pak kadus berkata, bantuan akan segera datang!
orang-orang berbisik
bukan karena kasihan
bukan karena panik

wagir, si pedagang pecah belah nekat bertanya
anu, pak. bukan masalah itu kami disini
pak kadus berkata, tenang! kantor dusun akan direnovasi!

orang-orang berkumpul bukan untuk meratapi kantor roboh
tapi untuk mengambil uang subsidi
tapi untuk mengambil ektp
yang tak jadi dan dikurangi

mungkin oleh pak kadus sendiri

Iklan
puisi

Apa gunanya?

Apa gunanya
Punya banyak pantai
Pasir putih nyiur melambai
Jika waktu hanya dihabiskan
Untuk bekerja?

Apa gunanya
Punya uang banyak
dompet tebal dan rekening gendut
jika tak punya waktu
untuk keluarga?

log, puisi

Log maret

Aku mengantuk
Mengutuk kerjaan yang menumpuk
pagi siang kerja kuli
malam kadang lupa ngopi

ah, setan alas dan bajingan
boleh mencerca mimpi dan keinginan
mengutuk cara berpikir
dan mendikte sampai akhir

aku capek dan lapar
tanpa tidur, tak doyan makan
demi apakah?
demi apakah?

demi bayar cicilan
dan mimpi yang entah kapan
jadi kenyataan
jadi kefanaan

Uncategorized

Para bandit hujan

Rintik selalu jadi rintik. Melambai pilu dalam vibrasi yang akustik. Saat-saat panas atau hujan, Semenjana dirimu mengejawantah. Bandit harapan dalam kuah tanpa tuah. Terpana melihat bayang nirwana? Kamu? Ah, bahkan kau tak pernah melihat penghakiman berlangsung. Kamilah. Kami yang melihatnya. Kami bandit bandit tanpa asuransi rakit. Tak perlu menyeberang Valhalla berhala. Kami bisa langsung naik atau turba. Bisa langsung menghadap Gusti atau diam dulu didepan arca.

Bandit hujan namanya. Gelora bayang yang diam-diam datang, tak merasa hadir namun mendikte titik nadir. Perasaan aneh ketika hujan turun romantis. Atau ketika menahan kentut pun jadi asketis. Dorman dan profan dalam ketakutan adi alami. Dorsal dalam kapal kesadaran nisbi. Potongan igauan sore, pagi. Kesulitan hormonal yang datang pagi, sore.

Para bandit melukis diatas suka duka kebodohan sistemik. Mengencingi monumen aneh waktu yang hermaprodit. Dan pada suatu waktu, turut serta merancang apologi langit pada pagi buta. Bandit hujan memang kurang ajar. Ajarnya Budi namun badung. Kelakarnya keras menindas. Cadas.

Pada cerah, bandit kembali tobat. Meratapi petrichor kenyataan tanpa fiksi, dan berjalan nafsi nafsi. Gawat.

jelajah, log

Lorong waktu amurwabhumi

Rasanya ingin memutar waktu. Maksudku, katakanlah pada masa depan yang dekat. Manusia berhasil mencetak kesadarannya, DNA dan genoctome nya, pada sebuah wadah. Dan entah bagaimana caranya berhasil menemukan cara mengirimkan ke masa lalu yang jauh ataupun dekat. Wadah manusia ini kemudian didecipher dan dirangkai ulang menjadi manusia utuh, dengan bantuan sebuah alat yang entah bagaimanapun caranya, berhasil melakukannya. Manusia itu adalah aku. Kemana aku akan pergi?

Masa lalu yang jauh. Aku akan ke wetaning kawi, bagian timur gunung Kawi. Daerah Malang kuno. Waktunya? Kira-kira tahun 1100 Masehi. Jika memakai penanggalan masyarakat saat itu, jadi 1023 caka. Ada apa disekitar tahun itu dan mengapa aku tertarik?

Adalah seorang tokoh besar yang hidup pada masa itu. Berita yang sampai ke kita pada masa kini tidaklah cukup. Masa hidupnya tertutup kabut. Bukti-bukti tidak saling menguatkan, namun ada satu kesamaan. Dialah Sri Rangga Rajasa Amurwabhumi. Bukti inskripsi dan naskah sastra kuno sepakat, abhisekhanama nya adalah demikian. Tidak ada keraguan. Namun asal usulnya begitu misterius. Benarkah dia keturunan dewa Brahma? Benarkah dia jelmaan Batara Guru? Benarkah dia raja rampok dan pemerkosa, sebelum menjadi maharaja?

Mengapa Sang Amurwabhumi begitu penting? Dia menurunkan raja-raja Jawa. Sejak Singasari hingga Majapahit. Wangsa Rajasa bertahan selama 250 tahun. Dipuja dan dicinta rakyat. Kelak, orang-orang masa sesudahnya selalu menahbiskan diri kepadanya. Sejak pajang, Demak, Mataram, sampai kesultanan Ngayogyakarta. Tokoh ini begitu penting walau cukup misterius. Karena entah kenapa legitimasi raja Jawa selalu berpulang kepadanya.

Aku ingin ke masa itu, melihatnya, mencarinya. Benarkah ia melihat blessing dari selangkangan Kendedes? Benarkah dia seorang biasa, ataukah seorang anak haram dari seorang berkuasa? Bagaimana caranya menjadikan wilayah setara kecamatan pada masa ini, menjadi sebuah kerajaan besar yang bertahan lama? Bagaimana caranya berperang menghadapi Kadiri?

Bagiku, Jawa kuno terutama sejak kepindahan pusat pemerintahan dari Jawa tengah ke Jawa timur oleh Raja Balitung, adalah topik yang teramat seksi. Bagaimana seorang Sapiens dengan keadaan alam yang masih keras, bisa menjaga eksistensinya dan memperluasnya. Menjaganya bergenerasi, hingga Sapiens lain tercerahkan olehnya?

Dimanakah kuburnya, dimanakah letak pendharmaannya? Sayang sekali bukti yang sampai pada kita, yang memuat rinci kehidupannya, hanya ada pada satu buku, Pararaton atau book of Kings. Dan sialnya, keterangan pada buku itu tak terdapat pada buku lainnya. Cenderung mistis dan hiperbola. Namun luar biasa detil mengenai tempat dan nama-nama nya.

Ah, aku ingin ke masa itu, menjadi saksi sejarah langsung

puisi

Perihal kamu yang keranjingan ngopi

masnun namanya
biasa mangkal di pertigaan pasar
kalau malam, wajib main gaplek
bersama yadi dan sudir

masnun akhir-akhir ini berubah
tidak lagi main gaplek
gosip mistis, atau ngomong politik
yadi dan sudir kehilangan

masnun ternyata disana
di warung kopi mbok yu
pesan kopi saset
diseruput seperti latte

lama-lama dia bosan kopi saset
terlalu sering buka youtube
inginnya ngopi mahal
yang bijinya diulek langsung

masnun ketagihan ngopi
dan mulai berfilosofi
mencari nikmat dalam cangkir
dompet kempes tak dipikir

masnun dulu lebih suka extra joss
atau wedang jahe sambil bilang “los!”
main gaplek sambil menghina pemerentah
kalah dan sumpah serapah

tapi sejak ngopi saset
masnun selalu ingin ngepet
demi berfilosofi
dengan segerombolan penjudi

kamu memang keranjingan ngopi
kata yadi dan sudir penuh arti
tapi tak perlu berfilosofi
karena kopi tinggal dinikmati

LifE, log

Log februari

Tawaran Februari adalah tawaran akan musim yang hendak berganti. Angin dan udara panas tanpa cela. Matahari yang jumawa dengan langit biru tanpa ujung. Pantai atau pegunungan adalah tempat terbaik menghabiskan umur. Disela-sela tuntutan hidup yang menyita, paling baik mengadakan perjalanan kecil untuk menikmati angin dan matahari siang terik.

Februari datang dengan seketika. Secepat feed chat di group telegram. Secepat habisnya anggaran makan diluar. Februari bulan yang pendek, setidaknya dalam pikiranku. Bukan bulan yang spesial, tapi kosong juga tanpa memaknainya.

Hal-hal terjadi begitu saja. Janji-janji datang dan pergi. Ditepati dan diingkari. Beberapa hilang menguap. Lainnya berubah jadi makna. Beberapa hal tampak menjanjikan. Hal yang reguler menjadi sampah rutinitas. Hal baru jadi penyemangat. Tapi untuk berapa lama? Kehidupan memang jurang dan bukit. Pada filosofi apapun, dualisme itu tetap dipakai. Seperti kau hanya berputar-putar saja mengelilingi semesta. Padahal memang itu poinnya. Nah, baiknya kukatakan rahasia kecil tentang hal-hal. Apapun. Kau boleh bersemangat akan apapun. Namun selalu ingatlah bahwa semuanya tidak bertahan lama. Kenyataan bahwa semua bisa berakhir akan membuatmu mensyukuri segala momen yang terjadi. Merayakan segala rasa pada tepat waktu itu. Karena setelah ia beranjak dari waktunya, tidak ada lagi repetisi. Atau ada, namun berbeda. Praktis saat itu hanya ada pada saat itu saja.

Jadi apa itu Februari? Menurutku dia adalah pelunasan akan hal-hal yang tertunda. Resume atas hal-hal yang berhenti sejenak. Petualangan baru yang lama. Kejatuhan musim dan pengulangan praksis akan ide-ide. Jalan menanjak dan garis start untuk bulan-bulan terkembang. Februari tak akan jadi apa-apa, kecuali kau mengisinya dengan makna… Dan keinginan untuk menjadi ada