Uncategorized

Bukan anak edgy

Rasa ku tak pernah punah
Dibagi tak berkurang
Aku lilin yang tak kan meleleh
Muara doa-doa mu

Akhir gelisah dan cemas mu
Aku lembaran pada buku mu
Yang menolak tertutup

Aku api yang menyala
Lagi dan lagi
Dalam semesta kemungkinan mu

Mungkin bukan pusat galaksi mu
Tapi aku penyeimbang yang sempurna

Uncategorized

Wajah-wajah kusut masai

Dari keadaan pagi yang berulang
Pada hitungan buatan
Para karbon sadar
Kutemukan

Ketakutan tak berdasar
Hasil olah pengulangan-pengulangan
Pengajaran millenia
Pengetahuan yang diturunkan;

Pada kolam pengertian
Pemahaman akan dunia
Rasa takut dan keinginan
Kental terinstall

Dalam relung karbon sadar
Tersetir ketakutan dasar
Atas pengulangan hitungan
Millenia, millenia

Pada sudut tak berarti di langit yang umum
Sisa debu penciptaan
Di bagian paling tak penting
Ketakutan menjalar, berakar

Akan kehilangan kawan
Tak terlunasinya hutang
Tuntutan sandang papan
Penghakiman ipar handai taulan

Akan besok mau makan apa
Untuk hari besar mau pakai apa
Pendidikan dicari dimana
Keamanan harga diri dan keluarga

Kita berbagi ketakutan yang sama
Yang turun bermillenia
Tercetak begitu saja
Terpikul tanpa diminta

Mungkin,
Mungkin saja

Itu alasan mengapa kita butuh keselamatan
Dari wajah kusut masai
Penghakiman

Uncategorized

Entah dari mana dia belajar

Pada suatu siang ku temukan
Serpihan kesenangan
Dinding licin tebal yang kupanjat sendiri
Hanya bertumpu pada tanganku

Disana kulihat dia
Pelukis noda-noda profan
Menengadahkan tangannya
Membasuh keperihan batin

Maka kusentuh saja tangannya
Dan kutumpahkan kesalku
Pelukis menguasainya tanpa cela
Aku berandai
Entah dari mana dia belajar

Maka esoknya aku datang lagi
Lukislah luka! Kataku
Tanpa cela ia menguasainya
Dan entah dari mana dia belajar

Pelukis memang anomali
Atau aku yang tak pernah memanjat dinding
Bagaimanapun juga,
Caranya menguasai memang aneh

Entah dari mana dia belajar

LifE, log

Log februari

Jika dipikir-pikir aku telah ngeblog cukup lama. Ya ampun sejak 2007! Dari tulisan jelek, pendek, ke tulisan yang panjang dan engga bagus-bagus amat. Targetku cukup rendah sih, cuma ingin sebuah tempat untuk menuliskan sesuatu kala lepasnya dari pikiran. Lebih bagus kalau dikumpulkan jadi buku mungkin? Ah siapa juga yang ingin membacanya ya. Kebanyakan isinya puisi. Beberapa kali cerpen (ini sedikit banget!) dan opini ngawur tentang hal-hal yang kusuka.

Ah cukup membosankan. Mari membicarakan tentang februari. Bulan aneh yang sedikit. Aku benci bulan sedikit karena artinya neraca penjualan pasti berkurang (hahaha). Tapi memang estimasi ku, penjualan memang berkurang 15-17%, cukup mengganggu sih apalagi kalau kalian memang sedang dalam target yang cukup ketat. Mungkin memang harus punya approach yang berbeda. Mungkin nyari talent baru? Buka spot baru (yang ini masuk radar dan sedang dirampungkan)? Marketing baru? Tambah budget iklan?

Cuaca februari tergantung mood dan sesuka hati nya. Ngepantainya berkurang, lebih banyak ke pedalaman nyari air tawar yang segar. Menata lagi paru-paru untuk hemoglobin yang meledak-ledak haha. Tapi memang efek berenang itu bisa dirasakan adalah nafas menjadi lebih panjang karena kapasitas paru-paru membesar (aku sudah membuktikannya kalau “gym” session 😏). Kadang hujan kadang terik tapi lebih banyak teriknya.

Februari menawarkan kemungkinan yang sama sekali berbeda, disamping kesalahan kecil yang membuat diri jadi malas mengasah otak. Mungkin saja ini alasan mengapa performa kerjaan jadi turun? Ya dan tidak. Kemungkinan akan banyaknya ruang-ruang yang mungkin kumasuki, hal-hal yang belum pernah aku lakukan (atau beli) sebelumnya. Pengulangan yang manis tanpa penyesalan sedikitpun…

Cepatlah berakhir februari, mari reset konsep berfikir dan mulai fokus lagi. karena masa terang tak pernah datang sendiri, selalu datang dengan badai dan topan.

OH hey. Aku menemukan cetak biru nya. Benar-benar mirip. Dan sempurna. Tuhan memang Maha Tahu. Kolam gen yang ajaib memang benar-benar ajaib. Tiap sesinya selalu kunantikan. S yang bau setrikaan.

Uncategorized

Mari 4.0

Mari bergembira
Atas hati yang luka
Cicilan dan hutang hutang
Rentenir setan dari kerak neraka

Mari bersukacita
Atas kehilangan
Keluarga, bapak ibu
Tercecer tanpa jalan pulang

Mari bersabar
Akan harga-harga tak masuk akal
Mesin pemuas syahwat duniawi
Mesin penenun ego binary

Mari senda gurau
Diatas kesusahan sendiri
Atau lebih enak
Diatas kesusahan orang lain

Mari bersumpah serapah
Meneriaki aib sendiri
Atau lebih nikmat
Menikmati aib orang lain

Mari tuli bersama
Akan matinya perasaan
Hilangnya rasa empati
Dan tetangga yang menahan lapar

Dan mari tertawa bersama
Atas langgengnya semua noda pekat
Permasalahan manusia
Yang selalu kita tarik ulur pangkalnya

Tak jadi ada untuk selesai

Uncategorized

Yang tak bisa kugenggam

Sebuah kekeliruan jalan
Dalam usaha senda gurau
Pencarian yang tak pernah selesai
Atau pikirku demikian

Kutemukan dia
Dalam bilik-bilik dingin
Layar kecil
Dan nominal tak sedikit

Sejenak mata
Kulihat
Resolusi kecilku
Cetak biru dan rangkuman kebahagiaan fana ku

Bibir dan mata kecilnya
Lekuk tegas penyangganya
Semua formulasi dari paha, punggung dan rambutnya
Dan kepasrahannya

Ah andai saja
Ah andai saja
Tak bisakah kukekalkan waktu?
Untuk 1 jam, hari, minggu?

Aku merasa bodoh membeli waktu
Memutar-mutar idealisme
Mengumpulkan ranting-ranting usang
Dan hormon yang telat datang

Tapi dia memang cetak biru itu
Dan aku pernah sejenak bersamanya

For C. Whoever you are

Uncategorized

Di mana debu-debu bintang berpulang?

Bukankah kita hanya remah yang terkatung-katung dalam kehampaan?

Dan segala keluh kesah dan kesusahan adalah receh menurut semesta?

Bahkan juga cinta kita, tak bisa diukur

Saking tidak pentingnya bagi semesta

Di mana, dimana tepian surga?

Di mana Pilar – Pilar kosmis?

Di mana debu-debu bintang berpulang?

..

Derita jadi karbon berfikir

Dalam kehampaan dan keampasan