kata-kata ini angker, sakral
seperti kartu as untuk ketidakmampuan imajinasi
untuk berkata “enyahlah kau!”
dan orang ramai-ramai menyembunyikannya
masing-masing mencercanya
mengangkat belati untuk khalayak
bahwa esok dipastikan akan berjalan
tanpa kata ini
palsu
padahal kau tahu semua merk mobil itu
semua merk tas itu
sampai semua merk pakaian dalam itu
dari alphard hingga calvin klein
dari bally sampai apple
tak ada yang mengaku dirinya hedonis
maka aku tawarkan jiwaku bagi mereka yang mengaku
sekumpulan anak bodoh yang menghamburkan uang orang tuanya
sekumpulan orang tua bodoh yang menghamburkan harga diri demi anaknya
sekumpulan tikus yang sibuk menghitung kertas buram berwajah peci
sekumpulan orang berseragam dengan perut bir
sekumpulan anak bodoh yang miskin, yang tak tahu dirinya miskin
sekumpulan anak bodoh yang kaya, yang jumawa dirinya kaya
karena mereka kuat diatas mobil, tas, dan pakaian dalam bermerk itu
mereka kuat!
hedonis itu iblis yang bisu; malaikat tanpa sayap
yang ikut ngomong...